Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sejumlah saham seperti SOHO, INDS, dan SOTS menyentuh auto rejection atas (ARA) saat IHSG menguat. Penguatan harga saham tersebut terjadi kala beberapa saham konglomerasi mulai ditinggalkan investor. Lalu, saham mana yang masih layak dicermati investor?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/1/2026) masih menguat ke level 8.948,30 naik ke 63,58 poin atau 0,72% dibandingkan sehari sebelumnya.
Beberapa saham konglomerat terpantau terjun ke zona merah. Misalnya, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang ditutup melemah 0,07% ke level Rp 218.375 per saham.
Kemudian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang ambles 6,88% ke posisi Rp 406. Masih di Grup Bakrie, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga ikut tersungkur 5,16% ke Rp 1.195.
Baca Juga: Reli Wall Street Berakhir, Saham Visa dan Mastercard Terpukul Keras
Sementara itu, sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menjadi salah satu yang menonjol setelah melesat 24,75% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut membawa harga saham SOHO ke level Rp 2.570 per saham atau melonjak 510 poin.
Tak kalah agresif, saham PT Indospring Tbk (INDS) juga mencatatkan kenaikan 24,72% ke level Rp 444 per saham, naik 88 poin dari posisi sebelumnya. Sementara itu, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 24,84% menjadi Rp 4.020 per saham atau naik 800 poin.
Menanggapi pergerakan saham-saham yang menyentuh ARA tersebut, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai prospek ke depan tidak sepenuhnya seragam. Dari ketiganya, Wafi menilai saham INDS dan SOHO memiliki peluang yang relatif lebih positif dibandingkan SOTS.
“INDS dan SOHO cenderung lebih positif karena didukung fundamental yang kuat serta adanya ekspektasi terhadap laporan keuangan. Sementara untuk SOTS, pergerakannya masih lebih bersifat spekulatif,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).
Tonton: Krisis The Fed Jerome Powell Terjerat Ancaman Dakwaan Pidana
Meski demikian, Wafi mengingatkan investor agar tetap berhati-hati. Lonjakan harga yang terlalu tinggi dalam waktu singkat membuat saham-saham tersebut dinilai belum ideal untuk dikoleksi saat ini.
Menurutnya, valuasi saham-saham tersebut sudah relatif mahal dan belum sepenuhnya diiringi dengan pembuktian kinerja fundamental yang solid.
Dari sejumlah saham yang sempat menyentuh ARA, Wafi merekomendasikan investor untuk mencermati saham INDS dengan target harga Rp 470 per saham serta saham SOHO dengan target harga Rp 3.200 per saham, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.
Selanjutnya: Perlu Waspada Kendati Tak Ada Efek Langsung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













