kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

163 Emiten Belum Rilis Laporan Keuangan Kuartal I, Sebagian Kena Semprit BEI


Senin, 26 Mei 2025 / 04:35 WIB
163 Emiten Belum Rilis Laporan Keuangan Kuartal I, Sebagian Kena Semprit BEI
ILUSTRASI. IHSG Melemah - Suasana di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (8/5/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis sore, ditutup di level 6926,225. IHSG melemah 93,664 poin atau 0,0135%. Adapun volume transaksi tercatat sebesar 242,34 juta senilai Rp12,57 triliun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/08/05/2025


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan masih ada 163 perusahaan tercatat alias emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim periode 31 Maret 2025. 

Hingga saat ini total perusahaan tercatat sebanyak 1.065 perusahaan tercatat. Sementara perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan sebanyak 746 perusahaan dan 156 emiten adalah emiten yang tidak wajib menyampaikan laporan keuangan. 

"Batas akhir akhir penyampaian Laporan Keuangan Interim untuk periode yang berakhir 31 Maret 2025 yang tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik adalah hari Rabu, 30 April 2025," ujar Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Peraturan Tercatat BEI dalam keterbukaan informasi di BEI. 

Akibatnya sebagian dari emiten akan dikenai hukuman berupa peringatan tertulis I. BEI dalam keterbukaan informasi pada 20 Mei menyebut, ada 132 emiten belum menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit oleh akuntan publik hingga 30 April 2025 akan dikenakan peringatan tertulis. 

Selanjutnya, sebanyak 17 emiten akan menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2025 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik. Dan 14 emiten lainnya disebut akan melaporkan kinerja per 31 Maret 2025 yang diaudit oleh Akuntan Publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×