kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PLN bakal ambil alih proyek Sarulla dari MEDC


Rabu, 01 Juni 2011 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Warga menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dibagikan Presiden Jokowi, di Kantor Pos Kampung Melayu, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015). Pembagian KIS, KIP dan KKS itu


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) kemungkinan kehilangan satu proyeknya di tahun ini. Pasalnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana akan mengambil alih proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Sumatera Utara, yang sedianya dikembangkan oleh konsorsium pimpinan anak usaha MEDC, yaitu PT Medco Geothermal Indonesia.

"PLN sudah tidak sabar menunggu proyek itu karena tidak jalan-jalan. Yang jelas, secara hukum proyek itu ada di bawah PLN," ujar Drektur Utama PLN Dahlan Iskan, Rabu (1/6). PLN bakal mengerjakan proyek tersebut secara bertahap. Setiap 50 MW membutuhkan dana investasi Rp 1 triliun.

Sebagai catatan, konsorsium PLTP Sarulla seharusnya mulai mengerjakan proyek 3x110 MegaWatt tersebut tahun ini. Ditargetkan, proyek senilai
US$ 1,3 miliar hingga US$ 1,4 miliar ini bisa mulai beroperasi pada 2015.

Selain mengambil alih proyek PLTP Sarulla, Dahlan mengungkapkan, PLN tengah menjajaki peluang bekerja sama dengan Malaysia untuk proyek
pembangkit listrik. "Kita terima dengan baik ajakan mereka tapi belum bisa tahun ini. Masih butuh studi kelayakan cukup panjang," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×