kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Volume perdagangan SUN tenor pendek melonjak di bulan Mei 2018

Senin, 11 Juni 2018 / 18:44 WIB

Volume perdagangan SUN tenor pendek melonjak di bulan Mei 2018
ILUSTRASI. Aktifitas perdagangan SUN di Mandiri Securitas

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap pasar obligasi yang meningkat membuat para investor mengalihkan kepemilikan instrumen surat utang negaranya dari tenor panjang menuju tenor pendek. Akibatnya, volume perdagangan SUN bertenor pendek mengalami peningkatan signifikan.

Mengutip data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, bulan Mei lalu volume perdagangan SUN tenor pendek (di bawah 5 tahun) mencapai Rp 458,23 triliun atau melonjak 168,6% bila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 170,56 triliun. Sementara itu, volume perdagangan SUN tenor panjang (di atas 7 tahun) pada bulan Mei mentok di angka Rp 318,48 triliun atau hanya meningkat 9,5% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 290,72 triliun.

Asal tahu saja, perolehan volume perdagangan SUN tenor pendek di bulan Mei menjadi rekor tertinggi pada tahun ini. Sebelumnya, volume perdagangan Sun tenor pendek mencapai rekor tertingginya pada bulan Januari lalu sebesar Rp 180,68 triliun.

Analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan, tekanan yang menerpa pasar obligasi dalam negeri mencapai puncaknya pada bulan lalu. Hal ini dibuktikan oleh melemahnya nilai tukar rupiah hingga ke di atas Rp 14.000 dan menanjaknya yield SUN seri acuan 10 tahun ke level 7%.

Alhasil, wajar apabila para investor berbondong-bondong memburu SUN dengan tenor yang lebih pendek untuk meminimalisir risiko. “Ketika volatilitas pasar meningkat, harga SUN tenor panjang berpotensi koreksi cukup dalam,” ujarnya Jumat (8/6).

Lebih lanjut, baik investor asing maupun domestik sama-sama berkontribusi besar terhadap meningkatnya volume perdagangan SUN tenor pendek. Investor asing mulai memperpendek durasi SUN yang dimilikinya karena tidak ingin berurusan dengan risiko kerugian kurs sebagai dampak pelemahan rupiah.

Di sisi lain, walau tidak terlalu merasakan dampak tren pelemahan rupiah di bulan lalu, ketidakpastian yang melanda pasar obligasi dalam negeri membuat investor lokal juga cenderung memilih untuk berinvestasi pada SUN bertenor pendek. “Investor seperti perbankan juga ikut beralih ke seri yang pendek,” kata Made.

 


Reporter: Dimas Andi
Editor: Sofyan Hidayat

SURAT UTANG NEGARA (SUN)

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0078 || diagnostic_api_kanan = 0.0461 || diagnostic_web = 0.2634

Close [X]
×