: WIB    —   
indikator  I  

TLKM dan BBCA bersaing merajai bursa

TLKM dan BBCA bersaing merajai bursa

JAKARTA. Dua emiten kakap bersaing ketat untuk merajai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia. Kedua emiten raksasa itu adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Kedua emiten ini memiliki kapitalisasi pasar hampir menyentuh Rp 500 triliun. Hingga kemarin kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp 474,77 triliun, sementara BBCA menempel di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 467,83 triliun.

Di lapisan kedua bertengger tiga emiten, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Ketiganya mencetak kapitalisasi pasar masing-masing Rp 397,81 triliun, Rp 376,65 triliun dan Rp 367 triliun.

Sejumlah analis memperkirakan, untuk mencapai kapitalisasi pasar Rp 500 triliun, TLKM dan BBCA tak membutuhkan waktu terlalu lama.

Analis Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan menyebutkan, tinggal menunggu waktu bagi kedua emiten ini untuk memperoleh kapitalisasi pasar Rp 500 triliun. "Bisa dikatakan peluang TLKM lebih tinggi karena tinggal 5% untuk mencapai kapitalisasi Rp 500 triliun, yakni harga saham TLKM ke posisi Rp 4.950 per saham," ungkap Alfred kepada KONTAN, kemarin.

Harga saham TLKM kemarin di posisi Rp 4.710 per saham. Alfred memprediksi TLKM bisa menyentuh nilai kapitalisasi pasar Rp 500 triliun pada tahun ini.

Bukan tanpa alasan Alfred menduga emiten telekomunikasi pelat merah ini bisa mencapai level itu di 2017. Secara fundamental, TLKM bisa naik lebih tinggi lagi dalam waktu dekat ini. Sebab, dengan asumsi price earning ratio (PER) 21 kali, harga saham TLKM berada di Rp 5.000 per saham. Alfred merekomendasikan beli TLKM dengan target Rp 5.880 per saham, yang mencerminkan PER sebesar 25 kali.

Peluang BBCA

Sementara, saham BBCA membutuhkan kenaikan 7% untuk mencapai kapitalisasi pasar senilai Rp 500 triliun. Peluangnya masih terbuka lebar seiring penambahan ekuitas perusahaan. Namun Alfred masih merekomendasikan tahan BBCA dengan target Rp 19.890 per saham.

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani juga memprediksi kedua emiten tak akan butuh waktu lama untuk mencapai kapitalisasi pasar di atas Rp 500 triliun. Hanya saja, harga saham BBCA saat ini sudah terlalu tinggi. "Menurut saya, dalam lima tahun ke depan masih mungkin kapitalisasi pasar BBCA mencapai Rp 500 triliun," ungkap dia.

Menurut Riska, saat ini harga saham BBCA sudah cukup tinggi secara fundamental. Meski demikian, secara teknikal dia masih melihat kemungkinan untuk membeli saham BBCA dengan target Rp 19.250 per saham.

Sementara Riska memandang berbagai aksi agresif TLKM akan membantu emiten telekomunikasi ini mencapai kapitalisasi pasar cukup besar. Misalnya, pengembangan bisnis secara anorganik melalui merger dan akuisisi 10 perusahaan. Dengan demikian, bukan tidak mungkin kapitalisasi pasar TLKM akan meningkat menjadi Rp 500 triliun dalam beberapa waktu mendatang.

Riska merasa saat ini, baik secara fundamental maupun teknikal, harga saham TLKM masih berpotensi menanjak lebih tinggi lagi. Ia merekomendasikan buy saham TLKM dengan target harga Rp 5.400 per saham.

 


Reporter Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor Dupla Kartini

EMITEN

Feedback   ↑ x
Close [X]