kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Tensi perang dagang yang memanas masih membebani bursa saham AS

Kamis, 02 Agustus 2018 / 22:41 WIB

Tensi perang dagang yang memanas masih membebani bursa saham AS
ILUSTRASI. Bursa AS



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang makin tinggi masih menjadi momok investor di bursa saham AS. Sentimen perang dagang tersebut membebani perdagangan di bursa Wall Street.

Alhasil, indeks bursa saham AS melorot di awal perdagangan, Kamis (2/8). Hingga pukul 21.54 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average turun 131,61 poin atau 0,52% ke posisi 25.202,21. Indeks S & P 500 juga melorot 9,43 poin atau sebesar 0,34% menjadi 2.803,93, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 13,06 poin (0,17%) ke level 7.694,22.


"Pasar secara substansial lebih lemah karena investor ketakutan atas perkembangan terbaru dalam pertempuran perdagangan," kata Andre Bakhos, Managing Director New Vines Capital LLC di Bernardsville, New Jersey seperti dilansir Reuters.

Bakhos mengatakan, data-data ekonomi AS memang membaik. Begitu pula pasar tenaga AS masih kuat. Namun sentimen itu belum cukup kuat meredam kekhawatiran soal perang dagang. "Perang dagang menciptakan turbulensi bagi investor. Perdagangan saham diperkirakan akan berombak, mudah berubah dan dapat dengan mudah mengubah arah," imbuhnya.

Presiden AS Donald Trump kembali memancing konflik lebih tajam dengan China soal perdagangan. Trump mengusulkan tarif impor 25% atas barang dari China senilai US$ 200 miliar. Tarif impor tersebut lebih tinggi dari rencana semula yakni 10%.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan Trump mengusulkan kenaikan tarif impor karena China menolak untuk memenuhi tuntutan Washington dan telah memberlakukan tarif pembalasan atas barang-barang AS.

China tak kalah gertak dan menyatakan siap membalas kebijakan AS. China menyatakan, ancaman terbaru AS untuk menaikkan tarif impor tidak akan berhasil memaksa konsesi dari China.

"China sepenuhnya siap dan harus membalas membela martabat bangsa dan kepentingan rakyat,membela perdagangan bebas dan sistem multilateral, dan membela kepentingan bersama semua negara,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok seperti dikutip Bloomberg.

Namun, China tetap membuka pintu untuk memulai kembali negosiasi dengan AS. “China secara konsisten menganjurkan menyelesaikan perbedaan melalui dialog, tetapi hanya pada kondisi yang kita perlakukan masing-masing lainnya sama dan menghormati kata-kata kami,” tulis Kementerian Perdagangan Tiongkok.


Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat

WALL STREET

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0025 || diagnostic_api_kanan = 0.0734 || diagnostic_web = 0.3949

×