kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sektor properti masih dibayangi kenaikan suku bunga Fed

Rabu, 14 Februari 2018 / 22:31 WIB

Sektor properti masih dibayangi kenaikan suku bunga Fed
ILUSTRASI. Sektor properti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski saham emiten properti mulai rebound pada tahun ini, namun sektor ini masih menghadapi tantangan dari pasar global.

Seperti diketahui, sejak awal 2018 hingga Rabu (14/2) alias year to date, indeks sektor properti, real estate, dan building construction tumbuh 8,05%. Pertumbuhan ini di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 3,76%. Padahal, tahun lalu, indeks sektor ini sempat menjadi pemberat dengan penurunan 4,31%.

Achmad Yaki, analis BCA Sekuritas menilai, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia akan menjadi trigger tambahan untuk sektor ini. Begitu pula, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Menurutnya, rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat alias Fed Funds Rate (FFR) bisa jadi sentimen negatif. Sebab, jika The Federal Reserve menaikkan suku bunga, maka kurs rupiah bisa melemah.

Ahmad menyebut, saham properti yang punya potensi pertumbuhan bagus diantaranya yang memiliki segmen menengah ke bawah. Sebab, selain lebih terjangkau, pembeli rumah pertama akan menjadi driver.

Emiten seperti CTRA dan SMRA diproyeksi akan lebih diuntungkan. Walaupun, PPRO juga memiliki segmen yang sama, tapi PPRO tidak memiliki land bank yang banyak. "Jadi harus joint venture dengan pemilik lahan," katanya.

Dari beberapa saham properti, Achmad merekomendasikan saham CTRA dan SMRA. Sebab kedua emiten tersebut banyak memiliki produk properti residensial. Dia merekomendasikan buy on weakness saham CTRA pada range Rp 1.235-Rp 1.265 dengan target harga Rp 1.300-Rp 1.360. Stop loss jika break Rp 1.215.

Achmad juga merekomendasikan buy on weakness saham SMRA dengan range entry sekitar Rp 1.090-Rp 1.130. dengan target harga Rp 1.190-Rp 1.205, dan stop loss jika break level Rp 1.060.


Reporter Dede Suprayitno
Editor : Dupla Kartini

REKOMENDASI SAHAM

Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]