: WIB    —   
indikator  I  

Rupiah menguat karena data ekonomi AS buruk

Rupiah menguat karena data ekonomi AS buruk

JAKARTA. Nilai tukar rupiah kian perkasa di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Minimnya katalis positif dari data ekonomi AS terus menekan kurs rupiah.

Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/6), rupiah menguat 0,13% menjadi Rp 13.282 per dollar AS dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp 13.299. Begitu juga di kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda menguat 0,09% sehingga bertengger di level Rp 13.286 per dollar AS.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Reny Eka Putri mengatakan, kurang baiknya data perekonomian AS menjadi sentimen negatif yang mendorong investor melakukan aksi jual dollar AS. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis points (bps) pun tampak tidak agresif.

Reny bilang, sinyal positif datang dari data domestik. Meskipun jauh di bawah ekspektasi, surplus neraca perdagangan Mei 2017 sebesar US$ 474 miliar dinilai masih dapat menekan kurs rupiah. Ditambah lagi, dengan terpenuhinya ekspektasi 7 Days Repo Rate yang tetap dipertahankan pada besaran 4,75%. “Rupiah disokong oleh data dalam negeri yang cenderung terkontrol,” ujar Reni saat dihubungi KONTAN.

Setali tiga uang, Research & Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra bilang, melemahnya dollar AS kemarin merupakan lanjutan akhir pekan lalu. Pelemahan tersebut seiring dengan pudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

“Beberapa data AS yang sudah rilis juga cukup buruk seperti data perumahan dan tingkat konsumsi yang menurun seiring meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga beberapa kebutuhan,” pungkasnya.

Agus mengamati, saat ini nilai tukar rupiah relatif minim sentimen dari dalam negeri karena belum ada data terbaru yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.

Ia memperkirakan, nilai tukar rupiah besok berkisar antara Rp 13.270 - Rp 13.330 per dollar AS. Sementara, Reny memprediksi hingga menjelang libur Lebaran, nilai tukar rupiah akan bergerak flat to positif dengan pergerakan besok di kisaran Rp 13.280 – Rp 13.310 per dollar AS.


Reporter Olfi Fitri Hasanah
Editor Hendra Gunawan

MATA UANG

Feedback   ↑ x
Close [X]