kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Rupiah masih rentan koreksi


Kamis, 26 November 2015 / 06:55 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah diuntungkan oleh ketegangan politik yang melanda Turki dan Rusia. Di pasar spot Rabu (25/11), valuasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,20% ke 13.690 dibanding hari sebelumnya.

Sejalan, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) menguat 0,36% ke 13.673. David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengatakan, kekhawatiran akibat kisruh geopolitik meningkat, setelah militer Turki menembak pesawat Rusia. Ini mendorong harga komoditas rebound.

Rupiah sebagai commodity currency ikut terangkat. Namun, tekanan rupiah masih cukup besar. Maklum, jika konflik kian memanas bukan tidak mungkin pasar akan lari ke USD sebagai safe haven.

Dari sisi internal, pasar menyambut baik sikap BI yang siap menahan suku bunga di 7,5% beberapa waktu ke depan. BI juga menebarkan optimisme dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 di 5,2% - 5,6%.

Data ekonomi AS akan mempengaruhi pergerakan USD, Rabu (25/11). "Jika semua data positif, USD melesat dan rupiah lemah," ujar Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures.

Ia memprediksi, rupiah bergulir di 13.600–13.750. Perkiraan David, di 13.650-13.750.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×