kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rupiah masih rentan koreksi


Kamis, 26 November 2015 / 06:55 WIB
Rupiah masih rentan koreksi


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah diuntungkan oleh ketegangan politik yang melanda Turki dan Rusia. Di pasar spot Rabu (25/11), valuasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,20% ke 13.690 dibanding hari sebelumnya.

Sejalan, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) menguat 0,36% ke 13.673. David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengatakan, kekhawatiran akibat kisruh geopolitik meningkat, setelah militer Turki menembak pesawat Rusia. Ini mendorong harga komoditas rebound.

Rupiah sebagai commodity currency ikut terangkat. Namun, tekanan rupiah masih cukup besar. Maklum, jika konflik kian memanas bukan tidak mungkin pasar akan lari ke USD sebagai safe haven.

Dari sisi internal, pasar menyambut baik sikap BI yang siap menahan suku bunga di 7,5% beberapa waktu ke depan. BI juga menebarkan optimisme dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 di 5,2% - 5,6%.

Data ekonomi AS akan mempengaruhi pergerakan USD, Rabu (25/11). "Jika semua data positif, USD melesat dan rupiah lemah," ujar Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures.

Ia memprediksi, rupiah bergulir di 13.600–13.750. Perkiraan David, di 13.650-13.750.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×