: WIB    --   
indikator  I  

Risiko investasi Indonesia kian membaik

Risiko investasi Indonesia kian membaik

JAKARTA. Persepsi risiko berinvestasi di Tanah Air terus mengecil. Ini tercermin pada penurunan angka credit default swap (CDS).

Mengacu Bloomberg, pada Selasa (27/12), CDS Indonesia bertenor lima tahun mencapai 158,5, atau membaik 31,06% dari posisi akhir tahun 2015 yang tercatat 229,92.

Senior Research and Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo berpendapat, persepsi investor terhadap risiko investasi di dalam negeri kian membaik sepanjang 2016. Sentimen positif bersumber dari aksi Fitch Ratings yang mengerek outlook utang Indonesia, dari sebelumnya stabil menjadi positif.

Fitch juga mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade, tepatnya di level BBB-. "Ini merupakan kabar positif sekaligus cermin kondisi ekonomi dalam negeri dalam pemulihan," tutur Beben.

Apalagi, sejak awal tahun 2016, Bank Indonesia (BI) sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak tujuh kali. Saat ini, posisi BI 7-day reverse repo rate tercatat 4,75%. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga mampu bertahan di atas 5%.

Nilai tukar rupiah pun menguat 2,38% ke posisi Rp 13.460 per dollar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun ini. Memang ada tekanan negatif yang berasal dari eksternal. Misalnya kemenangan tak terduga Donald Trump sebagai Presiden AS ke–45 serta kenaikan suku bunga acuan AS menjadi 0,5%-0,75%.

"Namun, kebijakan pemerintah Indonesia dinilai mampu meredam gejolak tersebut," imbuh Beben.

Karena itu, Beben optimistis, risiko investasi Indonesia berpotensi terus membaik di tahun depan. Dengan catatan, pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi domestik. Semisal pergerakan valuasi rupiah serta inflasi.

Bila ini terwujud, ia memprediksi produk domestik bruto (PDB) Tanah Air juga dapat melampaui 5%. Katalis positif akan bertambah jika lembaga pemeringkat Standard & Poor’s menghadiahi peringkat investment grade bagi Indonesia pada tahun depan.

"Risiko investasi, khususnya pada surat utang negara (SUN), relatif aman dan diprediksi CDS akan membaik," kata Beben.

Kendati demikian, ada tantangan yang patut dicermati di tahun depan. Di antaranya rencana The Fed menaikkan suku bunga tiga kali, kebijakan yang akan diambil pemerintahan Trump, serta perlambatan ekonomi dunia.

Beben memprediksi, di 2017 CDS Indonesia tenor lima tahun akan berkisar 130-150. Sementara yield SUN 10 tahun ada di kisaran 7,4%-8,6%. Rabu (28/12), yield SUN acuan tenor 10 tahun, yakni FR0056, ada di level 7,87%.


Reporter Ghina Ghaliya Quddus
Editor Barratut Taqiyyah

INVESTASI

Feedback   ↑ x