kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pernyataan BI kerek lelang SUN

Rabu, 09 Agustus 2017 / 09:20 WIB

Pernyataan BI kerek lelang SUN

JAKARTA. Lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (8/8) meraih penawaran tertinggi sepanjang tahun ini, yakni Rp 58,62 triliun. Analis menilai tingginya minat investor dalam lelang SUN kali ini dipicu oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang membuka peluang penurunan suku bunga.

Dalam lelang kemarin, pemerintah memenangkan lelang sesuai target maksimal, yakni Rp 22,50 triliun. Ada lima seri surat utang yang ditawarkan pada investor kemarin, yakni SPN12171109, SPN12180809, seri FR0061, FR0074 dan FR0075.

Lima seri tersebut mendapatkan penawaran dari investor masing-masing Rp 8,14 triliun, Rp 11,36 triliun, Rp 16,45 triliun, Rp 7,94 triliun dan Rp 14,73 triliun. Sedangkan nominal yang dimenangkan oleh pemerintah pada masing-masing seri tersebut sebesar Rp 5 triliun, Rp 5 triliun, Rp 5,05 triliun, Rp 1,05 triliun dan Rp 6,4 triliun.

Anil Kumar, Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia, mengatakan, jumlah penawaran yang mencapai Rp 58,62 triliun dalam lelang SUN, kemarin, merupakan penawaran tertinggi dalam lelang SUN yang digelar sejak awal tahun ini. Sebelumnya, penawaran tertinggi dalam lelang SUN hanya mencapai Rp 53 triliun di awal 2017.

Tingginya minat investor dalam lelang SUN, menurut Anil, terjadi karena investor mengantisipasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Maklum, Gubernur BI Agus Martowardojo akhir pekan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa BI akan membuka peluang pemangkasan suku bunga. Kebijakan tersebut akan diambil oleh BI jika ekonomi Indonesia terus membaik, inflasi terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil. "Jika suku bunga dipotong, harga obligasi akan naik," kata Anil, pada Selasa (8/8).

Tingginya permintaan investor pada lelang SUN kemarin juga didukung oleh data ekonomi Indonesia yang positif. Misal tingkat inflasi yang rendah, rupiah stabil serta kenaikan rating utang Indonesia jadi investment grade oleh Standard & Poor's. Di saat yang sama, pelaku pasar masih belum yakin The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Hal tersebut membuat minat investor terhadap obligasi pemerintah Indonesia meningkat.

Tapi, investor perlu mewaspadai membaiknya data ekonomi AS. Dengan berbagai sentimen positif yang menyelimuti pasar obligasi domestik, Anil menilai, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk masuk ke pasar obligasi, terutama surat utang negara (SUN).


Reporter: Sofyan Nur Hidayat
Editor: Dupla Kartini

SURAT UTANG NEGARA (SUN)

Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]