| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pefindo pangkas rating Tiga Pilar, ini kata perusahaan

Selasa, 16 Januari 2018 / 22:02 WIB

Pefindo pangkas rating Tiga Pilar, ini kata perusahaan
ILUSTRASI. Industri Mamin Kontributor Terbesar PDB Manufaktur

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan rating PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) menjadi BB+ dari sebelumnya BBB. Rating utang sukuk ijarah perusahaan juga dipangkas menjadi BB dari sebelumnya BBB. 

Pefindo menggarisbawahi, likuiditas AISA yang ketat, dengan dana Rp 126,4 miliar per 30 September 2017. Kondisi keuangan perusahaan akan bergantung pada proses negosiasi divestasi bisnis beras, PT Dunia Pangan yang diharapkan sudah rampung satu-dua bulan ke depan. 

Pefindo juga menyematkan "Credit Watch with Negative Implication" guna merefleksikan antisipasi lebih jauh jika ada risiko refinancing dari obligasi Tiga Pilar yang jatuh tempo. 

Menanggapi hal ini, manajemen AISA bilang pihaknya terus mengupayakan agar kewajiban utang terus bisa terpenuhi.

“Secara korporat, AISA pasti berusaha untuk memenuhi kewajibannya. Soal aksi korporasinya saya belum bisa info banyak. Namun, apapun kewajiban kita, kita akan preapare dengan baik,” ujar Ricky Tjie, Sekretaris Perusahaan AISA kepada Kontan.co.id, Selasa (16/1).

Mengenai obligasi jatuh tempo di tahun ini, Ricky pun belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal skema pelunasannya. Sebagaimana dicatat Pefindo, AISA memiliki utang obligasi senilai Rp 600 miliar, dan utang sukuk ijarah sebesar Rp 300 miliar yang akan jatuh tempo di April 2018 nanti.

Sebagai gambaran, Per Semptember 2017 AISA mencatat penjualan sebesar Rp 4,11 triliun. Adapun laba bersih yang berhasil diperoleh perusahaan adalah sebesar Rp 173,48 miliar. Adapun cash flow perusahaan adalah sebesar Rp 579,56 miliar. Debt equity ratio (DER) AISA di periode yang sama tercatta sebesar 117,62%.

Di 2018 ini, AISA berencana untuk fokus pada bisnis fast moving consumer goods (FMCG) atau produk yang memiliki perputaran omzet cepat dengan biaya yang relative rendah. Rencana terdekat yang sempat diutarakan AISA adalah mengoperasikan pabrik minuman Capri-Sun di Karanganyar, Jawa Tengah.

“Pabrik masih persiapan, kita usahakan semua on target,” tambah Ricky. Dimuat Kontan sebelumnya, pengoperasian pabrik Capri-Sun akan dijadwalkan Januari-Februari 2018. Selain itu, AISA juga terus melakukan upaya pengembangan produk.

“Ke depannya kita terus melihat apa yang memang potensial. Kami sedang berencana kembali ke bisnis FMCG,” tutur Ricky.


 


Reporter: Nisa Dwiresya Putri
Editor: Sanny Cicilia

RATING PEFINDO

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0442 || diagnostic_web = 0.2109

Close [X]
×