kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Mencungkil untung di reksadana


Rabu, 26 April 2017 / 23:28 WIB
Mencungkil untung di reksadana


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Anda yang sedang mencari instrumen investasi yang bisa memberikan imbal hasil yang optimal?. Tak ada salahnya mencoba untuk berinvestasi di reksadana.

Edbert Suryajaya, Head of Research & Consulting Services Infovesta Utama mengatakan bahwa berinvestasi di reksadana bisa memberikan imbal hasil yang cukup optimal dibanding deposito. Dengan menawarkan berbagai kemudahan reksadana menjadi salah satu instrumen yang patut dicoba oleh para investor.

Misalnya saja, Ia membandingkan menaruh dana di reksadana pasar uang lebih memberikan imbal hasil yang lebih tinggi ketimbang di deposito. "Apalagi investor yang sudah bosan dapat counter rate," tukasnya.

Namun, bagi investor pemula yang baru akan masuk ke reksadana tak ada salahnya untuk mencari pengetahuan terlebih dahulu. Hal utama yang patut kita kenali ialah risk profile selanjutnya tujuan berinvestasi seperti apa. "Jika sudah tahu banyak, bisa merambah ke instrumen yang risikonya semakin tinggi," beber Edbert.

Selain itu, nilai awal berinvestasi di reksadana pun terbilang terjangkau yang dipatok mulai Rp 100.000. Investor dengan mudah membeli produk bahkan bisa mengambil kapan saja keuntungannya sehingga lebih fleksibel.

Edbert memproyeksikan reksadana saham akan mencetak return 10%-12%, campuran 7%-9%, pendapatan tetap 7%-8% dan pasar uang 4%-5% hingga akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×