kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menambang cuan sektor batubara

Senin, 04 Desember 2017 / 07:43 WIB

Menambang cuan sektor batubara

Tongkang batubara milik PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk AIMS

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara masih bergerak dalam tren positif. Walau sempat melemah pertengahan November lalu, tapi reformasi tambang di China serta tingginya permintaan membuat harga batubara bertahan di level tinggi.

Pada Jumat (1/12) lalu, batubara kontrak pengiriman Februari 2018 di ICE Futures dihargai US$ 94,3 per metrik ton. Sejak awal tahun, harganya telah melonjak 22,23%.

Ini pun jadi berkah bagi emiten-emiten di sektor batubara, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan juga PT Indotambang Raya Megah (ITMG). Meski volume produksi melemah, tapi average sell price (ASP) alias harga rata-rata melonjak. 

Kinerja keuangan emiten batuarab September lalu pun positif. ADRO misalnya, meski volume penjualan turun 1,5%, tetapi ASP naik 42,2% menjadi US$ 57,9 per ton.
Volume penjualan ITMG juga terkoreksi 18,4%. Namun hal tersebut dapat ditutupi oleh harga jual yang melesat 48% jadi US$ 70,3 per ton. 

Kurniawan Sudjatmiko, Analis Ciptadana Sekuritas, mengatakan, sentimen negatif yang bisa mempengaruhi kinerja emiten batubara adalah potensi pelemahan harga batubara di tingkat global. "Sentimen positif ini mungkin bertahan sampai kuartal I-2018,” ujar dia. 

Namun selepas kuartal I-2018, harga bisa tertekan akibat perlambatan ekonomi China. Ini bisa membuat permintaan batubara turun.

Waspadai tekanan

Andy Wibowo Gunawan, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) meninjau ulang perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA) dan menyesuaikan tarif produsen listrik independen (IPP) yang belum memulai tahap konstruksi pabrik dan berlokasi di Jawa bisa menekan harga saham emiten batubara. 

Untungnya, ADRO sudah memulai tahap konstruksi pada PLTU Batang. Kemudian PTBA fokus pada proyek di Sumatra. Sedang ITMG masih belum masuk ke bisnis IPP.

Analis Trimegah Sekuritas Sandro Sirait bilang, pengaturan harga batubara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) juga bakal membebani emiten batubara.  Tapi ia masih menjagokan saham PTBA dan ADRO dengan memberi rekomendasi buy. “Target harga PTBA Rp 12.500 per saham dan ADRO pada harga Rp 2.300 per saham,” hitung dia.

Andy juga memberi rekomendasi buy bagi saham PTBA dan ADRO serta trading buy untuk ITMG. Sedangkan Kurniawan cenderung menyukai semua saham emiten batubara.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Wahyu Rahmawati

REKOMENDASI SAHAM

Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]