: WIB    —   
indikator  I  

Lelang SUN, investor diramal dapat yield tinggi

Lelang SUN, investor diramal dapat yield tinggi

JAKARTA. Investor berpeluang mendapatkan yield tinggi, menjelang lelang Surat Utang Negara (SUN) yang rencananya akan diselenggarakan, hari ini (17/4).

Sampai penutupan perdagangan kemarin (16/4), seri benchmark SUN yang akan dilelang masih memperlihatkan penurunan harga.

Seperti seri FR 0058 bertenor 20 tahun, di pembukaan perdagangan pagi ini (17/4), sempat turun lagi sebanyak 127 basis poin (bps) menjadi 113,87 dengan yield 6,95 dari 115,14 di penutupan kemarin (16/4).

Selain itu, seri FR0061 bertenor 10 tahun, harganya juga turun sebanyak 96 bps menjadi 106,25 dengan yield 6,15.

Dealer Fixed Income Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hadean Arya Wahyudi menilai, penurunan harga obligasi dan kenaikan yield masih disebabkan oleh kekhawatiran global terhadap lonjakan yield pada surat utang Spanyol. Selain itu, Credit Default Swap Spanyol juga melonjak cukup signifikan.

Catatan saja, pada penutupan perdagangan kemarin (16/4), CDS Indonesia bertenor 5 tahun masih terus naik menjadi 171,18 dari 169, 04 di hari sebelumnya.

Penawaran yield tinggi

Sementara, Analis Obligasi I Made Adi Saputra berpendapat, kenaikan yield di pasar obligasi karena sentimen domestik mengenai kebijakan pemerintah yang akan membatasi penggunaan BBM bersubsidi yang rencanaya mulai diberlakukan bulan Mei nanti.

"Antisipasi investor akan nampak pada penawaran yield yang lebih tinggi daripada lelang sebelumnya," jelas I Made, Selasa (17/4).

I Made mencontohkan, pada lelang 3 April lalu, penawaran yield terendah untuk seri FR0058 sebesar 6,65. Nah, di lelang hari ini, I Made memprediksi penawaran terendah untuk seri obligasi pemerintah bertenor 20 tahun ini adalah sebesar 6,93.

Namun, I Made masih meyakini, lelang hari ini masih akan ramai dan pemerintah juga akan menyerap banyak penawaran dikarenakan memenuhi kebutuhan pendanaan APBN di tahun 2012 ini. "Namun, jika pemerintah menyerap banyak penawaran dengan yield tinggi, hal tersebut berisiko memangkas harga obligasi di pasar sekunder," ujarnya.


Reporter Dyah Ayu Kusumaningtyas
Editor Barratut Taqiyyah

LELANG SUN

Feedback   ↑ x
Close [X]