| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja London Sumatra tahun ini masih sip

Selasa, 09 Januari 2018 / 08:45 WIB

Kinerja London Sumatra tahun ini masih sip

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sentimen positif akan mendorong kinerja PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) pada tahun ini. Perusahaan sawit milik Grup Salim ini diprediksi bisa mengantongi kenaikan laba lebih tinggi. 

Selain disokong potensi kenaikan produksi, LSIP juga akan mendapat tambahan pendapatan dari penjualan aset menganggur yang tidak dimanfaatkan (idle asset). Belum lama ini, LSIP menjual lahan 125 hektare (ha) di Cikupa, Tangerang, kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Nilainya mencapai Rp 375 miliar. 

Hariyanto Wijaya, Analis RHB Sekuritas, menilai, transaksi afiliasi ini dapat berpengaruh positif bagi kinerja LSIP di tahun 2018. Dalam perhitungannya, penjualan lahan tersebut bisa mendatangkan keuntungan tambahan sekitar Rp 94 miliar di pendapatan tahun ini.

Dengan demikian, transaksi ini bisa jadi katalis jangka pendek untuk harga saham LSIP, lantaran bisa meningkatkan pendapatan dan dividen perusahaan. "Lahan di Cikupa memang lebih cocok sebagai kawasan industri," kata Hariyanto, Senin (8/1). 

Joni Wintarja, Analis NH Korindo Sekuritas, menilai,  penjualan aset hanya akan berpengaruh sesaat ke kinerja. Namun, penjualan aset yang tidak produktif bisa membuat LSIP lebih fokus pada bisnis utamanya. "Tahun depan belum tentu ada penjualan lahan lagi," papar dia. 

Produksi meningkat

Bisnis sawit LSIP juga masih positif, meski pada tahun lalu harga CPO global cukup mengecewakan. Hariyanto melihat harga CPO berpeluang kembali pulih tahun ini.

Sehingga, ia menaikkan proyeksi laba bersih LSIP di 2018, dari sebelumnya Rp 795 miliar menjadi Rp 894 miliar. Pendapatan LSIP diprediksi mencapai Rp 4,86 triliun.

Joni memperkirakan, produksi CPO LSIP masih bisa naik 3% dibandingkan tahun lalu. Sehingga, pendapatan LSIP dapat tumbuh 4,1% menjadi Rp 4,97 triliun dan laba bersihnya naik dari Rp 851 miliar di 2017 menjadi Rp 866 miliar pada tahun ini.

Novilya Wiyatno, Analis Mega Capital Sekuritas, juga menilai LSIP bisa meningkatkan produksi. Hingga September 2017, produksi tandan buah segar (TBS) LSIP sudah naik 16,1% year on year (yoy) menjadi 946.418 ton. Lalu, produksi CPO meningkat 13,5% yoy menjadi 288.205 ton. "Ada potensi ekspor ke China karena ada program biodiesel 5%," ungkap dia.

Ketiga analis merekomendasikan buy saham LSIP. Novilya memberi target harga Rp 1.560 per saham. Joni dan Hariyanto masing-masing mematok target harga Rp 1.540 dan Rp 1.675. Kemarin, LSIP ditutup di Rp 1.400 per saham.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Wahyu Rahmawati

REKOMENDASI SAHAM

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0708 || diagnostic_web = 0.2658

Close [X]
×