Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  

Kantor pusat tutup, kantor cabang LEM didemo

JAKARTA. Sebulan pasca dinyatakan kolaps, kantor PT Lautan Emas Mulia (LEM) yang beralamat di Menara Global, Jakarta tutup. Janji pengembalian investasi nasabah kini berujung di meja hijau.

Suasana kantor LEM pada Selasa (30/4) terlihat sepi. Tidak ada lagi aktivitas apa pun. Tidak tampak lagi manajemen, agen, maupun nasabah. Meski di pintu terpampang tulisan “open”, kantor yang berada di lantai 12 B itu gelap. Selain LEM, lantai 12 Menara Global juga dihuni PT Tomico Resources dan PT Hutan Alam Lestari. Security PT Hutan Alam Lestari mengatakan bahwa LEM sudah tutup.

Hal senada juga disampaikan security Menara Global, Nurdin. Menurutnya, LEM sudah tidak beroperasi sejak sebulan silam. Manajemen LEM tidak pernah lagi menampakkan diri. Dua tenaga pemasaran LEM, Feri dan Jay juga tak pernah menyambangi perusahaan investasi emas tersebut. Namun, nasabah masih berdatangan. Tujuan kedatangan nasabah adalah untuk menagih investasi mereka.

“Nasabah masih berdatangan untuk menagih uang mereka. Namun tak pernah bertemu dengan manajemen,” tutur sang security.

Saat ini, perkara LEM sedang diproses di pengadilan negeri niaga, Jakarta Pusat. Nasabah mengajukan gugatan pailit terhadap LEM. Adapun sidang perdana gugatan pailit berlangsung pada Selasa (23/4).

Selain kantor pusat, kantor cabang LEM juga tutup serentak. Kantor cabang di Serpong, Tangerang sudah lama tutup. Begitu pula kantor cabang di Jalan Pasir Kaliki nomor 17B, Bandung telah tutup sejak bulan lalu.

Kantor cabang Bandung didemo

Tamatnya kegiatan operasional LEM mengundang reaksi nasabah. Kantor cabang LEM di Bandung didatangi puluhan nasabah. Di depan kantor yang tutup tersebut, nasabah melakukan demonstrasi dan menuntut manajemen bertanggung jawab atas pengembalian investasi mereka.

Salah satu nasabah LEM cabang Bandung, Tomy mengatakan, para nasabah mengadukan LEM atas pasal penipuan ke Polda Jawa Barat, kemarin. Meski tak ikut melaporkan ke Polda, Tomy masih berharap investasinya sebesar Rp 300 juta bisa kembali.

“Saya sudah pasrah. Saya ikuti saja proses hukumnya,” kata Tomy kepada KONTAN, Selasa (30/4).

 


Reporter Dina Farisah
Editor Djumyati Partawidjaja

Lautan Emas Mulia

Feedback   ↑ x