INVESTASI
Berita
Kantor pusat tutup, kantor cabang LEM didemo

Lautan Emas Mulia

Kantor pusat tutup, kantor cabang LEM didemo


Telah dibaca sebanyak 1858 kali

JAKARTA. Sebulan pasca dinyatakan kolaps, kantor PT Lautan Emas Mulia (LEM) yang beralamat di Menara Global, Jakarta tutup. Janji pengembalian investasi nasabah kini berujung di meja hijau.

Suasana kantor LEM pada Selasa (30/4) terlihat sepi. Tidak ada lagi aktivitas apa pun. Tidak tampak lagi manajemen, agen, maupun nasabah. Meski di pintu terpampang tulisan “open”, kantor yang berada di lantai 12 B itu gelap. Selain LEM, lantai 12 Menara Global juga dihuni PT Tomico Resources dan PT Hutan Alam Lestari. Security PT Hutan Alam Lestari mengatakan bahwa LEM sudah tutup.

Hal senada juga disampaikan security Menara Global, Nurdin. Menurutnya, LEM sudah tidak beroperasi sejak sebulan silam. Manajemen LEM tidak pernah lagi menampakkan diri. Dua tenaga pemasaran LEM, Feri dan Jay juga tak pernah menyambangi perusahaan investasi emas tersebut. Namun, nasabah masih berdatangan. Tujuan kedatangan nasabah adalah untuk menagih investasi mereka.

“Nasabah masih berdatangan untuk menagih uang mereka. Namun tak pernah bertemu dengan manajemen,” tutur sang security.

Saat ini, perkara LEM sedang diproses di pengadilan negeri niaga, Jakarta Pusat. Nasabah mengajukan gugatan pailit terhadap LEM. Adapun sidang perdana gugatan pailit berlangsung pada Selasa (23/4).

Selain kantor pusat, kantor cabang LEM juga tutup serentak. Kantor cabang di Serpong, Tangerang sudah lama tutup. Begitu pula kantor cabang di Jalan Pasir Kaliki nomor 17B, Bandung telah tutup sejak bulan lalu.

Kantor cabang Bandung didemo

Tamatnya kegiatan operasional LEM mengundang reaksi nasabah. Kantor cabang LEM di Bandung didatangi puluhan nasabah. Di depan kantor yang tutup tersebut, nasabah melakukan demonstrasi dan menuntut manajemen bertanggung jawab atas pengembalian investasi mereka.

Salah satu nasabah LEM cabang Bandung, Tomy mengatakan, para nasabah mengadukan LEM atas pasal penipuan ke Polda Jawa Barat, kemarin. Meski tak ikut melaporkan ke Polda, Tomy masih berharap investasinya sebesar Rp 300 juta bisa kembali.

“Saya sudah pasrah. Saya ikuti saja proses hukumnya,” kata Tomy kepada KONTAN, Selasa (30/4).

 

Telah dibaca sebanyak 1858 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..