: WIB    --   
indikator  I  

Jeli mengukur risiko setiap produk

Jeli mengukur risiko setiap produk

JAKARTA. Butuh kejelian memilih instrumen investasi, agar dana yang ditanam bisa berbuah manis.  Investor pun harus menyesuaikan pilihan produk dengan profil risikonya. Prinsip ini yang dipegang Mahlani Chandra, Director and Appointed Actuary, PT CIMB Sun Life dalam berinvestasi.

Perempuan yang akrab disapa Lalan ini bilang, sebelum berinvestasi, investor harus benar-benar mengetahui tujuan dan profil risiko investasi masing-masing. "Sangat tidak disarankan berinvestasi yang berlawanan dengan profil risiko kita," tuturnya.

Sejatinya, Lalan sudah mengenal investasi sejak duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA). Kala itu, bentuknya masih berupa tabungan. Ia menyisihkan 10% dari uang sakunya untuk ditabung.

Nah, setelah mendapatkan penghasilan sendiri pada usia 25 tahun, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun mulai berinvestasi pada instrumen yang berisiko rendah, yaitu deposito. Sebagai seorang yang berkecimpung di dunia aktuaria, ia paham betul menghitung risiko suatu produk. Kala itu, ia memulai dengan menanamkan dana senilai Rp 1 juta dalam deposito. "Ini investasi saya yang pertama kali, jadi harus ektra hati-hati memilih produk," kisahnya.

Setelah menikah dan memiliki anak, Lalan pun membeli beberapa produk asuransi jiwa, termasuk produk unitlink yang memberikan manfaat asuransi sekaligus investasi.

Awalnya, ia mengaku lebih yakin mengoleksi produk berisiko rendah. Maklum, Lalan mengategorikan dirinya sebagai investor bertipe  moderat hingga agresif. "Saya senang mencoba produk keuangan, namun toleransi kerugian saya menengah-rendah," ujarnya.

Tetapi, seiring waktu ia  memahami konsep inflasi dan value of money. Ia pun merasa harus mulai menginvestasikan sebagian penghasilannya pada jenis investasi yang bisa menghasilkan imbal hasil lebih tinggi. Ia pun menebar dananya pada produk reksadana dan saham.

Perjalanan berinvestasi tak selalu mulus. Lalan mengaku, pernah merugi. Namun, baginya itu pelajaran yang mendorongnya lebih mencari tahu ciri khas berbagai produk investasi. Hasilnya, kini, Lalan punya model dan horizon investasi tersendiri. Mayoritas instrumen yang ia koleksi berhorizon jangka panjang. "Jadi, saat harga saham yang saya beli sedang turun, saya cenderung menyimpannya sampai harganya kembali naik," tuturnya.

Ia terbilang yakin pada prospek saham yang dikoleksinya. Maklum, ia selalu berhati-hati dan mencermati lebih dulu profil perusahaan sebelum membeli saham. "Pastikan Anda berinvestasi di perusahaan yang dapat diandalkan sepanjang masa," ucapnya.  

Lalan menilai, kesabaran pun menjadi bagian yang perlu dimiliki investor. Jadi, saat terjadi gejolak pada harga saham, ia mengaku tidak lantas panik, namun tetap mencermati perkembangan di pasar.   

Menebar aset

Selain cermat memilih instrumen, Lalan juga berprinsip menebar aset dalam aneka keranjang investasi. Maka, selain produk perbankan dan pasr modal, ibu beranak dua ini pun memiliki portofolio cukup beragam, yaitu dalam bentuk properti dan emas.

Lalan sangat menyadari arti penting berinvestasi bagi masa depan dan kebahagiaan keluarganya. Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya berinvestasi sejak dini.

Menurutnya, saat seseroang mulai memiliki pendapatan secara berkala (regular), sebaiknya mulai disiplin menyisihkan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan. Namun, sesuaikan  dengan kemampuan keuangan, tujuan, dan profil risiko. "Buat perencanaan dan pilih instrumen yang tepat, serta rajin memantau kinerja investasi Anda," sarannya.


Reporter Yuliani Maimuntarsih
Editor Dupla KS

INVESTASI PARA EKSEKUTIF

Feedback   ↑ x