: WIB    —   
indikator  I  

Ini risiko berinvestasi di Kampung Qurban

Ini risiko berinvestasi di Kampung Qurban

KONTAN.CO.ID - Algira Properti berencana meluncurkan proyek terbarunya yang dinamakan Algira Kampung Qurban pada 23-24 September. Proyek ini berfokus pada pengelolaan aset berupa tanah kavling, peternakan, dan perkebunan agar dapat mendatangkan passive income bagi para investor.

Terkait dengan itu, Ojon Abi Zidna, Leader Marketing Algira Properti menuturkan, potensi risiko berinvestasi di Algira Kampung Qurban di antaranya kemungkinan adanya gagal panen tanaman kurma, tin, dan zaitun, serta kematian hewan-hewan ternak.

Ojon pun mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Jonggol Farm dalam mengantisipasi potensi risiko tersebut. Selain sebagai mitra dalam pengelolaan peternakan dan perkebunan, Jonggol Farm juga disebut Ojon sebagai konsultan bagi pihak Algira Kampung Qurban.

Upaya antisipasi lainnya dilakukan Algira Kampung Qurban dengan cara melakukan perhitungan profit secara global. "Jadi misalkan kambing milik si A dan B mati semua. Tetapi kambing milik C dan D beranak, maka kematian kambing milik A dan B tidak terasa karena tertutupi dari yang lain," terang Ojon.

Di samping itu, Ojon menambahkan, tanah kavling yang berada di kawasan proyek Algira Kampung Qurban diyakini akan terus meningkat nilai asetnya. "Apalagi Cigudeg akan menjadi bagian sentral dari Bogor Barat," ujarnya.

Seperti yang diketahui, investor yang berinvestasi di Algira Kampung Qurban dipastikan mendapat tanah kavling seluas 100 meter persegi yang terletak di Desa Rengganis, Cigudeg, Bogor. Selain itu, investor tersebut juga akan ditawarkan bonus berupa 1 ekor kambing dan domba, 1 pohon kurma, 2 pohon tin, dan 3 pohon zaitun.


Reporter Dimas Andi
Editor Wahyu Rahmawati

INVESTASI ALTERNATIF

Feedback   ↑ x
Close [X]