kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.182   132,00   0,73%
  • IDX 5.442   -152,70   -2,73%
  • KOMPAS100 716   -19,89   -2,70%
  • LQ45 543   -14,48   -2,60%
  • ISSI 189   -5,74   -2,95%
  • IDX30 307   -8,68   -2,75%
  • IDXHIDIV20 381   -10,93   -2,79%
  • IDX80 82   -2,12   -2,53%
  • IDXV30 104   -2,47   -2,31%
  • IDXQ30 99   -3,24   -3,17%

Harga obligasi toreh kenaikan terbesar sejak Juni


Jumat, 07 Agustus 2015 / 11:12 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga obligasi pemerintah Indonesia bergerak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Juni pada Jumat (7/8). Kenaikan harga obligasi tercermin pada penurunan tingkat yield.  

Pada pukul 10.22 WIB, berdasarkan data Inter Dealer Market Association, tingkat yield obligasi pemerintah yang jatuh tempo September 2026 turun 13 basis poin pada pekan ini menjadi 8,43%. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar pada pekan yang berakhir 26 Juni. Pada hari ini, tingkat yield terlihat tidak mengalami banyak perubahan.

Kenaikan harga obligasi terjadi akibat optimisme peningkatan anggaran belanja pemerintah sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mempertahankan prediksi Produk Domestik Bruto (PDB) akan naik di kisaran 5% hingga 5,2% pada tahun ini.

"Setiap orang memperhatikan sejumlah indikator untuk melihat outlook pertumbuhan ekonomi ke depan. Sepertinya akan sulit mencapai target 5%, namun ada optimisme seiring anggaran belanja sudah mulai dibelanjakan," jelas Ikhwani Fauzana, Head of Rates Trading PT Bank Negara Indonesia kepada Bloomberg.

Sekadar tambahan informasi, rupiah pada hari tak banyak mengalami perubahan di level 13.543 per dollar AS. Pada Senin (3/8) lalu, nilai tukar rupiah sempat mencapai level 13.553, yang merupakan level terlemah sejak Agustus 1998.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×