: WIB    --   
indikator  I  

Badai Harvey menguatkan harga minyak

Badai Harvey menguatkan harga minyak

KONTAN.CO.ID - Harga minyak menuju penguatan mingguan pertama sejak Juli lantaran kilang minyak Gulf Coast kembali meningkatkan produksi minyak mentah setelah mengalami gangguan akibat Badai Harvey.

Mengutip Bloomberg, Jumat (8/9) pukul 17.51 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Oktober 2017 di New York Mercantile Exchange tergerus 0,33% ke level US$ 48,93 per barel dibanding sehari sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir, minyak menguat 3,5%.

Menurut data Bloomberg, sekitar 8% dari kapasitas penyulingan minyak Amerika Serikat (AS) tetap ditutup setelah badai Harvey sampai dua minggu lalu. Hampir seperempat kapasitas penyulingan minyak AS dihentikan akibat badai Harvey. Data Energy Information Administration merilis angka cadangan minyak AS pekan lalu naik 4,58 juta barel atau kenaikan pertama sejak Juni.

Sementara kilang minyak, jaringan pipa dan perangkat lepas pantai melanjutkan operasi setelah Badai Harvey, badai atlantik lainnya yang dikenal dengan abdai Irma mendekati AS dan akan menuju Florida pada Minggu ini. Impor ke wilayah Gulf Coast pekan lalu turun ke level eterndah sejak tahun 1990an. Sementara output minyak mentah AS jatuh ke bawah 9 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak Februari.

"Ketika kilang memberi sinyal bahwa kerusakan tidak terlalu besar dan mencoba beroperasi kembali, maka minyak mentah kembali naik dan berlanjut lebih tinggi," kata Bjarne Schieldrop, Kepala Analis Komodutas SEB AB di Oslo, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (8/9).

Menurut laporan EIA, impor Gulf Coast jatuh 41% pekan lalu mejadi 1,48 juta barel per hari, atau volume terendah setidaknya sejak Januari 1990. Secara keseluruhan, output minyak AS turun 749.000 juta barel menjadi 8,78 juta barel per hari.

"Sementara ketakutan pekan lalu adalah berkurangya pengolahan minyak karena badai Harvey, sekarang telah berbalik," kata Schieldrop. "Sekarang ada kekhawatiran bahwa ini mungkin musim badai besar dengan risiko gangguan kuat terhadap produksi minyak mentah di Teluk Meksiko,"
imbuhnya.


 


Reporter Wuwun Nafsiah
Editor Sanny Cicilia

HARGA MINYAK BUMI

Feedback   ↑ x
Close [X]