CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Harga minyak mendaki pasca jatuh dalam


Rabu, 20 Maret 2013 / 21:27 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis melakukan tes usap Covid-19 di sebuah perkantoran yangdiberikan secara gratis di Jakarta, Rabu (25/8/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) membumbung pasca mencatatkan penurunan terbesar dalam sebulan terakhir. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, tadi sore, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran April naik sebesar 97 sen menjadi US$93,13 per barel. Pada pukul 12.40 waktu London, kontrak minyak yang sama berada di posisi US$ 92,95 sebarel.

Kenaikan harga minyak juga terjadi pada jenis minyak Brent. Masing-masing kenaikannya mencapai 1,1%. Asal tahu saja, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Mei naik sebesar US$ 1,15 menjadi US$ 108,60 per batel di ICE Futures Europe exchange di London.

Isu yang mengerek pergerakan harga minyak di antaranya para penentu kebijakan Eropa mendukung opsi bailout untuk Siprus.

"Pelaku pasar sepertinya muali dapat menerima semua berita buruk. Pelaku pasar sepertinya sudah kebal," jelas Carsten Fritsch, analis Commerzbank AG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×