kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga CPO terpangkas di level terendah sepekan


Kamis, 01 Maret 2012 / 12:55 WIB
Anthony Mackie dan Sebastian Stan dalam serial TV The Falcon and The Winter Soldier di Disney+.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) melorot ke level terendah dalam sepekan. Koreksi harga kali ini dipicu spekulasi yang menyebutkan stok masih akan tetap tinggi.

Kontrak CPO untuk pengiriman Mei di Malaysia Derivatives Exchange terpangkas 0,8% ke posisi RM 3.244 atau setara US$ 1.082 per metrik ton. Ini level terendah sejak 21 Februari. Kontrak yang sama mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.250 di Kuala Lumpur.

Namun, sepanjang bulan lalu, harga minyak sawit sudah melonjak 6,2%. Ini performa terbaik sejak Desember 2010.

Spekulasi tingginya stok mencuat seiring surutnya angka ekspor dari Malaysia. Kemarin, surveyor Intertek melaporkan, ekspor dari negara kedua terbesar produsen minyak sawit itu turun 10,5% menjadi 1,18 juta ton di sepanjang Februari, dibanding bulan sebelumnya mencapai 1,32 juta ton.

Sementara, pada Januari lalu, stok surut 2,4% menjadi 2,01 juta ton. Namun, angka tersebut masih 42% lebih tinggi dibanding jumlah stok tahun sebelumnya.

Ivy Ng, analis CIMB Group Holdings Bhd. menilai, dengan ekspor yang melemah, dan produksi masih tetap kuat, itu mengindikasikan stok akan tetap tinggi di Februari. Malaysian Palm Oil Board dijadwalkan merilis data stok dan produksi minyak sawitper Februari pada 12 Maret mendatang.

"Namun, lebih rendahnya hasil panen kedelai akan menyokong harga minyak sawit," ujar Ng, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×