kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Harga CPO jatuh terpicu penurunan ekspor Malaysia


Kamis, 26 Januari 2012 / 12:31 WIB
ILUSTRASI. WHO menyarankan langkah-langkah jika merasa tidak enak badan saat pandemi virus corona.


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tumbang setelah ekspor dari Malaysia turun. Data tersebut menjadi sinyal bakal lebih rendahnya permintaan minyak sawit, apalagi festival Tahun Baru China sudah berakhir.

Kontrak CPO untuk pengiriman April di Malaysia Derivatives Exchange jatuh sebesar 1,3% ke posisi RM 3.127 atau setara US$ 1.029 per metrik ton, sebelum menutup sesi pagi di level RM 3.132 per metrik ton.

Hari ini, surveyor Intertek melaporkan, ekspor Malaysia turun 17% menjadi 981.275 ton dalam 25 hari pertama di Januari, dari periode yang sama bulan lalu yang mencapai 1,18 juta ton.

"Pembelian untuk musim perayaan Tahun Baru Cina berakhir. Pengiriman ke Eropa pun mungkin akan lebih sedikit karena krisis utang telah teredam permintaan," kata Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte., di Singapura.

Namun, kata Ker, koreksi harga CPO bisa dibatasi setelah kemarin, The Federal Reserve memperpanjang janji untuk mempertahankan suku bunga di level rendah hingga akhir 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×