: WIB    —   
indikator  I  

Graha Andrasentra mulai lirik bisnis apartemen

Graha Andrasentra mulai lirik bisnis apartemen

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana mengembangkan properti di kawasan rekreasi JungleLand Bogor pada tahun depan.

Hingga kuartal III-2017, perusahaan ini membukukan pendapatan senilai Rp 233,63 miliar. Nilai tersebut tumbuh tipis sekitar 0,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 232,76 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dari total pendapatan tersebut, sekitar 56% pendapatan disumbang dari bisnis taman rekreasi. Bisnis taman rekreasi bahkan mencatatkan kenaikan sekitar 19,7% menjadi Rp 131,42 miliar di kuartal III-2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 109,81 miliar.

Kendati begitu, bisnis hunian dan kaveling tanah justru mencatatkan penurunan hingga 40,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nuzirman Nurdin, Head of Investor Relations Graha Andrasentra mengatakan, di bisnis hunian lantaran tidak ada produk baru yang diluncurkan.
Potensi ke depan, perusahaan ini akan lebih melirik proyek apartemen daripada hunian di tahun depan.

Menurut Nuzirman, tren tinggal di apartemen saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tinggal di rumah tapak. "Tren tersebut bahkan sudah sampai di Bogor," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (15/12). 

Proyek apartemen tersebut nantinya akan dibangun di Lokasi Bogor Nirwana Residence. Lokasi tersebut sudah dibangun sekitar 3.000 unit rumah. Nantinya, tanah yang tersedia akan digunakan untuk membangun apartemen bertajuk Jungle Nirwana Apartment.

Nuzirman bilang, hingga saat ini budget pembangunan tersebut sedang dalam tahap pembahasan, sehingga dia tidak bisa menyebut berapa nilai investasi yang dialokasikan oleh perusahaannya.

Namun yang jelas, apartment tersebut nantinya akan dibuat dengan konsep resort dua menara dan ditujukan untuk segmen menengah dan atas. "Kami akan mulai pembangunan sekitar semester II-2018 dengan target 1,5 sampai 2 tahun pengerjaan," katanya. 


Reporter Klaudia Molasiarani
Editor Rizki Caturini

EMITEN

Feedback   ↑ x
Close [X]