INVESTASI
Berita
Fetty Kwartati:Hobi koleksi tas dan traveling

EKSEKUTIF

Fetty Kwartati:Hobi koleksi tas dan traveling


Telah dibaca sebanyak 898 kali

JAKARTA. Uang harus dikelola. Itulah prinsip yang diyakini Fetty Kwartati, Corporate Secretary sekaligus Investor Relation PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) jika membahas mengenai uang. Meski baru melek investasi setelah menikah, Fetty tidak hanya  medefinisikan uang sebagai alat tukar. Bagi dia, menyisihkan uang untuk investasi sifatnya wajib.

Selain di properti, Fetty masih menyimpan dana investasinya deposito dan tabungan. Alasannya, selain karena tidak perlu dikelola, Fetty membutuhkan instrumen standby fund yang likuid. Sehingga, saat membutuhkan dana segar Fetty bisa langsung melakukan pencairan.    

Pengalaman dia meniti karir sebagai profesional, membuat Fetty sadar uang tidak boleh sekadar dibelanjakan. Kepada dua putranya yang masih duduk di bangku SMA, Fetty juga mengajarkan pentingnya menyisihkan uang jajan untuk  kepentingan jangka panjang.     

Fetty mengaku, mengikuti program asuransi pendidikan bagi kedua anaknya sejak 15 tahun lalu. Sehingga, begitu anaknya masuk  sekolah, dia tidak kesulitan mencari dana. "Apalagi sekarang ini sekolah semakin mahal saja," tuturnya.     

Meski disiplin menggunakan uang, Fetty tetap menyediakan dana untuk hobinya yakni mengoleksi tas branded dan traveling. Meskipun tampak cukup konsumtif, namun Fetty beralasan, kedua hobinya itu mendukung pekerjaannya sebagai  profesional di perusahaan ritel.      

Editor: Rizki Caturini
Telah dibaca sebanyak 898 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..