kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Diversifikasi, ROTI targetkan pendapatan naik 30%


Selasa, 17 April 2012 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Promo HokBen hari ini 14 April 2021 menawarkan Ramadan Super Bowl mulai dari Rp 33.000. Dok: Instagram HokBen


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) melakukan diversifikasi usaha dengan meluncurkan produk selai coklat bernama "Sari Choki". Untuk dua bulan pertama, produk baru ini akan menjadi pendamping dari Sari Roti. Produsen merek dagang Sari Roti ini berharap produk tersebut bisa merealisasikan target penjualan yang telah ditargetkan, yakni tumbuh 20% hingga 30% pada tahun ini.

Direktur Operasional ROTI Yusuf Hady, menjelaskan dalam mengembangkan Sari Choki, ROTI menggandeng mitra strategis yaitu PT Artha Guna. Dalam kerjasama tersebut, mitra strategis akan memproduksi selai coklat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sayangnya, dia masih enggan menjelaskan nilai kerjasamanya.

"Untuk tahap awal, kami memperkirakan membutuhkan 50 ribu pieces dan akan menjadi pelengkap Sari Roti untuk kawasan Jabodetabek," kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (17/4).

Lebih lanjut, setelah dua bulan menjadi pendamping, ROTI akan menjual selai coklat berukuran 17 gram itu. Sayangnya manajemen ROTI belum memutuskan harga per piece-nya karena masih dalam proses perhitungan. Namun, Yusuf menegaskan harga yang ditawarkan sangat kompetitif sehingga bisa bersaing dengan produk sejenis.

Pada 2013 mendatang, ROTI telah merencanakan ekspansi ke Pekanbaru dan Balikpapan. Untuk membangun pabrik di masing-masing daerah, diperkirakan membutuhkan dana Rp 50 miliar. Dana kebutuhan investasi berasal dari pinjaman perbankan. Sebelumnya ROTI telah mendapatkan pinjaman dari PT Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp 280 miliar untuk pembanguan sejumlah pabrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×