kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Cukai vape belum pengaruhi bisnis rokok

Selasa, 09 Januari 2018 / 21:47 WIB

Cukai vape belum pengaruhi bisnis rokok

Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektronik (vape) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/11). Pemerintah melalui Direktur Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memastikan akan mengenakan cukai untuk cairan rokok elektronik (vape) sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE) dan akan diterapkan mulai 1 Juli 2018. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/17

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana mengerek cukai likuid rokok elektrik atau vape pada pertengahan tahun 2018 dan aturan teknisnya akan keluar bulan ini tidak begitu banyak mempengaruhi industri rokok.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital menilai bila vape menjadi barang substitusi rokok, maka ketika pajak dinaikan ada kemungkinan permintaan vape akan turun. "Ada kemungkinan beralih ke rokok. Dengan asumsi vape ini merupakan barang substitusi dengan rokok," kata Alfred kepada KONTAN, Selasa (9/1).

Pengaruhnya terjadi pada kemungkinan adanya potensi kenaikan permintaan rokok. Menurutnya, bila pajak naik, maka daya beli masyarakat pengguna vape akan turun dan bisa beralih ke rokok. Namun, ada asumsi bahwa kandungan zat kimia pada vape itu lebih rendah dari rokok. Istilahnya tidak begitu membahayakan dibandingkan rokok. "Kalau itu benar, maka peralihan itu bisa saja tidak terjadi," tambahnya.

Pasalnya, orang akan punya faktor pilihan lain dalam konsumsi vape dibandingkan rokok. Jadi kemungkinan ada dua asumsi, yaitu harga dan kesehatan. Tapi asumsi harga, bisa saja terjadi. Ketika pajak vape naik, maka harga jual akan naik dan kemungkinan bisa beralih.

Bila ternyata latar belakang orang bukan karena faktor harga maka pengaruhnya dinilai tidak akan begitu banyak. Orang masih akan tetap bertahan. Selain itu, kalau sudah berbicara lifestyle maka faktor harga juga tidak begitu dominan.

Namun, untuk sektor rokok sendiri, dia melihat volume penjualan pada emiten rokok tidak bisa terlalu besar. Ruang pertumbuhan emiten rokok, saat ini berasal dari matinya industri rokok kecil dan berkurangnya rokok ilegal. Jadi itu peluang ruang pertumbuhannya yang dia lihat. "Emiten bisa mengambil ceruk pasar mereka," ujarnya.

Sebab, saat ini pertumbuhannya sudah cukup sulit. Itu terjadi dari tekanan pada industri rokok yang sudah cukup berat. Terutama untuk isu kesehatan , dan ada banyaknya pembatasan dari sisi regulasi. Sehingga akan berpengaruh terhadap ruang pertumbuhahn volumenya.

Dia melihat, masih ada rokok ilegal dan kecil. Artinya, kalau rokok ilegal berkurang dan industri kecil hilang, maka produk dari perusahaan rokok besar bisa mengisi pasar mereka. "Artinya tahun ini masih penuh tantangan. karena ruang marketing mereka dibatasi dan isu kesehatan jadi isu terbesar," tukasnya.


Reporter: Dede Suprayitno
Editor: Markus Sumartomjon

EMITEN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1720 || diagnostic_web = 0.3728

Close [X]
×