kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.597
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Cermati ekonomi dan fundamental emiten

Jumat, 21 April 2017 / 11:27 WIB

Cermati ekonomi dan fundamental emiten
Berita Terkait

JAKARTA. Anda yang rajin membaca KONTAN tentu sudah hapal dengan nama Lo Kheng Hong dan Eyang Ratman. Dua orang ini adalah investor sukses di pasar saham. Lo Kheng Hong terkenal sebagai investor fundamental, sementara Eyang Ratman piawai memainkan indikator teknikal untuk mencari cuan.

Bagaimana, sih, cara para investor sukses ini menyusun portofolionya? Ada satu prinsip yang dipegang para pemodal kawakan ini: tidak terpengaruh sentimen sesaat.

Misalnya, sentimen pilkada DKI yang baru saja berlalu. Baik Lo Kheng Hong maupun Ratman tidak melihat sentimen tersebut dalam menyusun portofolio investasi.

Lo Kheng Hong punya strategi, dia menilai perusahaan hanya dari sisi fundamental saja. "Kalau perusahaan tidak memiliki kriteria fundamental yang baik, ya, tidak saya pilih," kata pria yang kerap dipanggil LKH ini kepada KONTAN di sela-sela Talkshow Rahasia Sukses Investor & Trader Bursa Saham Indonesia yang diselenggarakan KONTAN, Kamis (20/4).

Soeratman Doerachman, nama asli Eyang Ratman, menilai, efek pilkada DKI ke pasar saham hanya sementara. Karena itu, ia tidak memfaktorkan sentimen ini dalam menyusun portofolio. "Indeks saham lebih banyak dipengaruhi kondisi makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi dan currency, juga fundamental emiten," kata dia.

Ratman biasanya melihat fluktuasi harga suatu saham dalam jangka menengah saat memilih saham. Ia juga memadukan analisa teknikal dan fundamental.

Pengamat pasar modal Lukas Setia Atmaja juga sepakat. Ketimbang menjadikan sentimen sesaat seperti pilkada DKI sebagai dasar menyusun portofolio, investor bisa memanfaatkan momentum rilis kinerja keuangan di kuartal pertama untuk mengatur ulang portofolio. Investor bisa masuk ke saham berkinerja positif, seperti ASII.

Tahun ini, Lukas menilai sektor saham yang masih memiliki prospek positif antara lain sektor batubara, infrastruktur, konsumer dan perbankan. "Untuk sementara sebaiknya jauhi dulu sektor properti," ungkap dia.

Lukas memprediksi, IHSG berpotensi menanjak ke kisaran 5.800-6.000 akhir tahun nanti. Eyang Ratman juga punya perhitungan serupa. Ia memperkirakan, dengan skenario optimistis, IHSG pada tahun ini berpotensi menembus level 6.000.


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri, Sandy Baskoro
Editor: Yudho Winarto
Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy