: WIB    —   
indikator  I  

Belanja modal Sri Rejeki Isman 2018 US$ 15 juta

 Belanja modal Sri Rejeki Isman 2018 US$ 15 juta

KONTAN.CO.ID.JAKARTA. Tahun 2017 memang belum tutup buku, tapi  PT Sri Rejeki Isman  Tbk (SRIL) di 2018 sudah memasang target bisnis di tahun depan.

 Berkode saham SRIL di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen  Sri Rejeki Isman (Sritex) mengaku akan mengalokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) tahun 2018 sebanyak US$ 15 juta.  Angka ini tak berubah dari anggaran belanja modal di tahun 2017 yang juga di kisaran yang sama.  Selain penambahan kapasitas produksi, belanja modal akan digunakan untuk pengeloaan pabrik dan perawatan.

Presiden Direktur PT Sri  Rejeki Isman Tbk (SRIL) Iwan S. Lukminto, Rabu malam (1/11), mengatakan target bisnis Sritex tahun depan juga  sama dengan tahun ini. “Pertumbuhan penjualan kira-kira sama dengan tahun 2017 ini di kisaran 15% sampai 20%,” ujar Iwan saat bertemu dengan pimpinan media masa kemarin malam. 

Tak hanya itu saja, pasar ekspor juga akan tetap menjadi target bisnis SRIL ke depan.  “Kira-kira komposisinya tetap 51%-52% di 2018,” imbuh Welly Salim, Sekretaris Perusahaan PT Sri Rejeki Isman Tbk.  Adapun sisanya adalah pasar lokal.

Iwan mengatakan, pasar seragam ke depan masih akan bertumbuh di tahun depan, baik  uniform army maupun outfit perusahaan.   Di pasar uniform army, SRIL saat ini memasok  di 35 negara. Sritex juga akan  terus memperbesar seragam korporat  dan perusahaan negara alias BUMN di negara-negara lain, mulai dari pasar Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Makanya di banyak negara, Sritex memiliki mitra untuk memperluas pasar produknya.  

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2017, laba bersih  Sritex tumbuh 14% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 47,23 juta dari US$ 41,3 juta.  Sementara penjualan bersih SRIL tumbuh 15% secara tahunan menjadi US$ 572,6juta. Adapun, pertumbuhan penjualan SRIL di sembilan bulan 2017 masih didominasi pertumbuhan penjualan ekspor, tumbuh 24% YoY mencapai US$ 305 juta.  

Secara lebih rinci, penjualan ekspor ke pasar Asia tumbuh 14%, ekspor ke pasar Eropa tumbuh 24%, ekspor pasar Amerika Serikat dan Latin tumbuh 58%, ekspor pasar Unit Emirat Arab dan Afrika tumbuh 49%,dan ekspor pasar Australia tumbuh 98%.
 


Reporter Titis Nurdiana
Editor Titis Nurdiana

CAPEX

Feedback   ↑ x
Close [X]