kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

ANTM pilih jadi single fighter pada proyek SGA


Kamis, 09 Februari 2012 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Promo Transmart Carrefour hari ini 19 Februari 2021 menawarkan produk-produk kebutuhan harian dengan harga terjangkau. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah ditinggal oleh Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd (HJG) dari proyek pembangunan pabrik smelter grade alumina (SGA) di Mempawah Kalimantan Barat, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akhirnya memutuskan untuk bekerja sendiri. "Kami sih sendiri saja dulu. Jalan dulu dan tidak sedang mencari patner," kata Direktur Utama ANTM Alwinsyah Lubis saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/2).

Lebih lanjut Alwin bilang, sebenarnya perusahaan sudah menyelesaikan proses studi bagi proyek tersebut. "Studinya sudah selesai, kami sedang review ulang. Mudah-mudahan semester ini selesai," ungkapnya.

"Kami sih sendiri saja dulu. Jalan dulu dan tidak sedang mencari patner," kata Alwinsyah.


Untuk pembangunan mega proyek ini, perusahaan pelat merah tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit dan diperkirakan memakan biaya hingga US$ 1 miliar. "Pendanaannya masih belum, karena saat ini kami fokus ke pendanaan untuk proyek di Tayan dan Halmahera Timur," jelasnya.

Sebelumnya, ANTM sempat menargetkan pembangunan pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina ini dilakukan di tahun ini. Mengingat perusahaan berniat mengejar pengerjaannya agar tak terganjal penerapan UU Minerba. "Kalau tahun ini belum bisa. Tahun depan lah," pungkas Alwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×