: WIB    --   
indikator  I  

Ancaman Badai Irma bisa lambungkan harga batubara

Ancaman Badai Irma bisa lambungkan harga batubara

KONTAN.CO.ID - Komoditas batubara tengah dirundung sentimen positif. Mulai dari pasokan hingga permintaan tengah berpihak untuk memperkuat harga. Analis melihat tren bullish ini masih bisa berlanjut hingga akhir tahun.

Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures mellihat perkiraan cuaca dimana Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan dilanda badai Irma kemungkinan juga menjadi sentimen positif terhadap batubara. Seperti peristiwa badai Harvey beberapa waktu lalu, batubara turut bergerak naik seiring harga minyak dunia yang menguat akibat peningkatan permintaan pasca badai.

“Potensi evakuasi di Florida diperkirakan akan mengganggu aktivitas kilang minyak AS,” ungkapnya, Jumat (8/9).

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (7/9), harga batubara kontrak pengiriman Oktober 2017 di ICE Futures Exchange tercatat menguat 0,1% ke level US$ 95,80 per metrik ton. Sedangkan jika membandingkan sepekan sebelumnya harganya sudah menguat 4,19%.

Saat badai Harvey saja harga minyak sudah bergerak naik lantaran produksi minyak AS terkoreksi 8% dari 9,5 juta barel ke level 8,8 juta barel. Bukan tidak mungkin jika kembali dilanda badai harga batubara akan kembali diuntungkan. Deddy menebak sampai akhir tahun 2017, batubara mampu menembus US$ 100 per metrik ton.

Menurutnya secara teknikal semua indikator masih menunjukkan sentimen positif. Harga masih bergerak diatas garis moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200 yang mengindikasikan penguatan harga. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang berada di area positif. Kemudian Indikator Relative Strength Index (RSI) yang di level 66 dan stochastic di level 78 juga memperlihatkan peluang penguatan.

Sementara itu, Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures mengatakan pada dasarnya penggerak harga batubara masih berasal dari China. Pengurangan hari operasional untuk perusahaan tambang dari 330 menjadi 276 dinyakini cukup berpengaruh signifikan dalam mengkerek harga. Produksi negeri Tirai Bambu itu diperkirakan akan tertekan sehingga tingkat permintaan global akan meningkat.

“Sejauh ini China masih menjadi faktor utama,” tandasnya.

Ia malah menyakini harga batubara akan terus bergerak naik hingga akhir tahun 2017. Diperkirakan sampai akhir kuartal III emas hitam bisa melanjutkan penguatan di rentang US$75 – US$ 100 per metrik ton. Kemudian di akhir kuartal IV akan bertengger pada kisaran US$ 80 – US$ 110 per metrik ton.


Reporter RR Putri Werdiningsih
Editor Sanny Cicilia

BATUBARA

Feedback   ↑ x
Close [X]