kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Tidak mampu bertahan dari sentimen Jepang, indeks luluh 1,27% di penutupan sore


Selasa, 15 Maret 2011 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria menggunakan smartphone-nya di sebelah gerai merek Xiaomi di Kiev, Ukraina, 11 Februari 2020.


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu bertahan melawan sentimen negatif regional terhadap dampak gempa di Jepang. Bursa saham di wilayah Asia pasific kompak melemah. Semua sektor meluluhkan IHSG ke level 3.524 atau turun 1,27%. Perdagangan hari ini mencatatkan
volume 4,1 milliar dengan nilai mencapai Rp 4,96 trilliun.

Hanya 36 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan sementara 185 saham anjlok, dan 57 saham tidak merubah posisi. Sektor perbankan mencatat
pelemahan terdalam sebesar 2%, disusul sektor perkebunan yang turun 1,90%. Sementara sektor industri dasar dan sektor infrastruktur yang masing-masing melemah 1,72% dan 1,74%. Sektor yang paling minim koreksinya adalah sektor pertambangan 0,26%.

Posisi puncak top losers dipegang oleh Bhakti Capital Indonesia (BCAP) dengan koreksi sebesar 20% ke Rp 480. Sementara Jakarta Kyoei Steel (JKS) turun 12,26% ke Rp 136 dan Sunson Textile (SSTM) melemah 12% ke Rp 220. Anggota MSCI indeks yang anjlok adalah Kalbe Farma (KLBF) yang turun 4% ke Rp 3.000 dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang melorot 2,72% ke Rp 7.150.

Peraih posisi puncak di top gainers adalah Sekawan Intipratama (SIAP) yang naik 8,33% ke Rp 78, disusul Nippon Indosari (ROTI) yang menanjak 5,05% ke Rp 2.600, dan Suparma (SPMA) yang menguat 4,65% ke Rp 225. Anggota MSCI indeks yang menguat dari hanya Indo Tambang Raya yang naik 3,30% ke Rp 47.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×