Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Terkait Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kondisi lain sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, beberapa emiten menyatakan minatnya untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Begitu juga dengan PT Sido Muncul Tbk (SIDO) yang memutuskan untuk melakukan buyback paling banyak 2,2% saham.
SIDO menganggarkan dana Rp 198 miliar untuk melangsungkan buyback. Perkiraan jadwal pembelian saham SIDO akan dilakukan terhitung 1 September sampai 30 November 2015.
Perseroan akan berhenti melakukan pembelian jika saham SIDO telah menyentuh Rp 600. Hari ini, saham SIDO tutup di posisi Rp 510. Pada awal Juli, saham SIDO sempat mencapai Rp 570. Lalu pada titik terendahnya, saham SIDO pernah terperosok ke Rp 440 di 20 Agustus.
“Perseroan yakin bahwa pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kegiatan usaha perseroan. Karena sampai saat ini perseroan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk menjalankan kegiatan operasional,” ungkap Direktur Utama SIDO, Irwan Hidayat, dalam keterbukaan informasi, Selasa, (1/9).
Dengan buyback ini, kas SIDO akan berkurang dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 824,51 miliar. Lalu asetnya menipis dari Rp 2,69 triliun menjadi Rp 2,49 triliun. Ekuitasnya pun turun dari Rp 2,52 triliun ke posisi Rp 2,32 triliun.
Meski begitu, Return on Asset (ROA) SIDO akan meningkat dari 9,1% menjadi 9,9%. Kemudian Return on Equity (ROE) SIDO naik dari 9,8% ke posisi 10,6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












