kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Mantan direktur Tiga Pilar Sejahtera (AISA) resmi jadi tahanan


Jumat, 14 Februari 2020 / 19:31 WIB
Mantan direktur Tiga Pilar Sejahtera (AISA) resmi jadi tahanan
ILUSTRASI. Produk-produk dari AISA ( PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ). Mantan direktur Tiga Pilar Sejahtera (AISA) yakni Joko Mogoginta dan Budhi Istanto Suwito resmi ditahan pada Jumat (14/2).

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yakni Joko Mogoginta dan Budhi Istanto Suwito dikonfirmasi resmi ditahan pada Jumat (14/2). Harapannya, ke depan penegak hukum bisa mengusut kasus secara cepat dan memberikan dampak positif bagi Tiga Pilar selanjutnya.

Direktur Utama AISA Hengky Koestanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi bahwa kedua mantan direktur AISA sudah dalam penahanan pihak Kejaksaan karena berkas dari Kepolisian sudah dinyatakan lengkap (P21). Dengan begitu, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan kepada kejaksaan (Tahap II).

Baca Juga: Restatement 2017, Tiga Pilar (AISA) Bukukan Rugi Rp 5 Triliun dan Defisiensi Modal

Berdasarkan informasi yang diterima Kontan.co.id, saat ini kedua mantan direktur tersebut tengah ditahan di Rutan Cipinang. Adapun penahan mengacu pada laporan penyalahgunaan dana di PT Putra Taro Paloma (produsen Taro). Kedua mantan direktur ini menjabat sebagai direktur TPSF Group.

"Keduanya diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan atau pencucian uang," jelas Hengky kepada Kontan.co.id, Kamis (14/2).

Hengky berharap, kasus ini bisa diusut hingga tuntas dan proses hukum bisa berlanjut hingga ke tahap pengadilan. Dengan begitu, diharapkan secara substansial dapat memberikan keadilan kepada Tiga Pilar. Mengingat, kerugian yang diderita emiten tersebut menjadi perhatian para pemegang saham.

Baca Juga: Lagi, Anak Usaha Golden Plantation (GOLL) Pailit

"Kami juga berharap para stakeholders, terutama para pemegang saham memberikan kesempatan pada aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini. Sehingga, dalam hal dimungkinkan asset recovery bisa secara optimal diupayakan," jelas Hengky.

Adapun mengacu pada pasal 3 UU TPPU, mantan direktur AISA tersebut berpotensi dijatuhkan hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×