Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Rencana penerbitan saham baru atau rights issue PT Nusantara Infrastructure Tbk bakal berjalan mulus. Manajemen emiten bersandi saham META ini telah mendaulat PT Leyand International Tbk (LAPD) sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang siap memborong saham META jika pemilik lama enggan mengeksekusi haknya.
Leyand bersedia menyerap saham senilai Rp 400 miliar atau 80% dari total rights issue sebesar Rp 500 miliar. Adapun Bosowa Grup sebagai pemegang saham lama siap menyerap sisanya sebesar Rp 100 miliar. "Jika publik dan pemegang saham lain tidak mengeksekusi haknya penawaran saham baru tetap terserap semuanya," kata Danni Hasan Sekretaris Perusahaan META, kemarin (30/8).
Danni berkata, META merestui Leyand sebagai pembeli siaga karena perusahaan ini punya komitmen sama dengan META dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia. Selama ini, Leyand berkecimpung di bisnis infrastruktur, khususnya kelistrikan.
Leyand yang melantai di bursa sejak 2001 ini banyak terlibat dalam bisnis konstruksi dan pengoperasian pembangkit listrik. Contohnya konstruksi pembangkit listrik di Medan, Palembang, dan Pontianak. Nah, dengan menjadi pembeli siaga, Leyand berpotensi menguasai sebagian saham META.
Saat ini, Grup Bosowa masih menjadi pengendali META dengan menguasai 62,61% saham META. Lalu, PT Panin Life Tbk (PNLF) memiliki 8,82% dan publik 28,57%.
Ada kemungkinan, manajemen META akan mematok harga rights issue pada Rp 75 per saham. Jika semua lancar, rights issue berlangsung Oktober mendatang. Dari aksi korporasi ini, META bakal meraup dana Rp 200 miliar.
Nah, META akan memakai sebagian dana tersebut untuk membayar utang dari Bank Mega. Dengan demikian, rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio perusahaan ini bisa turun dari 2,5 kali menjadi 0,7 kali.
META akan memakai dana rights issue selebihnya untuk membeli 25% saham PT Jakarta Lingkar Barat Satu (JLB) milik PT Bangun Cipta Sarana. Untuk keperluan ini, META dan Bangun Cipta telah meneken perjanjian awal Agustus 2009.
JLB adalah pemilik tol W1 ruas Kebon Jeruk-Penjaringan. Setelah pembelian ini, PT Jasa Marga Tbk memiliki 20% saham JLB dan Bangun Cipta memiliki 55% saham.
Tahun depan, META berniat menambah kepemilikan saham di proyek tol ini supaya menjadi pemegang saham mayoritas. "Dananya dari pinjaman atau penerbitan obligasi," ungkap M. Ramdani Basri, Direktur Utama META.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













