Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can
NEW YORK. Untuk pertama kali dalam empat hari terakhir, harga minyak mentah terpeleset. Penurunan harga minyak mentah kali ini memangkas penguatan sepekan lalu.
Di New York Mercantile Exchange, harga kontrak pengiriman minyak mentah melorot 40 sen dollar Amerika Serikat menjadi US$ 95,20 per barel. Sebelumnya, pada pukul 10.35 waktu Tokyo, harga minyak mentarh sempat bertengger di kisaran US$ 95,44 per barel.
Untuk kontrak minyak mentah jenis brent pengiriman Oktober di ICE Futures Europe turun 0,8% menjadi US$ 114,40 per barel. Sedangkan untuk kontrak September, kemarin harga minyak naik 0,6% menjadi US$ 116,90 per barel.
Berdasarkan survei Bloomberg, harga minyak diramalkan turun pada pekan depan. Penyebabnya karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan Amerika Serikat yang akan mengurangi permintaan minyak mentah.
Sepekan ini, harga minyak di New York telah menanjak 2,8% setelah penjualan ritel, produksi dan izin pembangunan properti di Amerika Serikat pada Juli lalu melampaui ekspetasi. Harga minyak mentah juga naik setelah cadangan minyak mentah Negeri Uwak Sam turun 3,7 juta barel pekan lalu. Berdasarkan, Kementerian Energi Amerika Serikat, penurunan cadangan minyak mentah ini karena konsumsi naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












