Reporter: Choirunnisak F, Anna Marie Happy | Editor: Avanty Nurdiana
JAKARTA. Tanpa sinyal tegas tentang quantitave easing tahap ketiga, harga emas tidak bergerak banyak. Karena pimpinan Federal Reserves, Ben Bernanke, tidak mengeluarkan pernyataan yang tegas tentang QE ketiga, pasar lebih memilih memegang dollar AS sebagai aset aman. Harga emas diproyeksi masih akan mendatar.
Kontrak pengiriman emas untuk Desember 2012, di bursa New York, Kamis (2/8) pukul 14.30 WIB, senilai US$ 1.606,9 per ons troi. Angka tersebut melemah 0,02% daripada posisi penutupan di hari sebelumnya, US$ 1.607,3 per ons troi.
Nick Trevethan, Senior Strategist Commodities ANZ Banking Group Ltd. mengatakan, pasar kecewa dengan pernyataan pimpinan The Fed. "Investor menunggu tindakan dalam bentuk kebijakan, seperti yang dilakukan oleh European Central Bank," kata dia.
Padahal, selama empat hari terakhir, harga emas bertahan di atas level US$ 1.610 per ons troi. Bank of Korea membeli emas sebanyak 16 ton di bulan lalu. Ini meningkatkan cadangan emas yang mereka miliki menjadi 70,4 ton.
Nizar Hilmy, Analis Soegee Futures mengatakan tidak adanya quantitative easing lanjutan membuat pasar memilih memegang dollar AS dan melepas emas. Meski begitu, pasar masih menaruh harapan pada stimulus yang akan dikucurkan oleh European Central Bank (ECB).
Pernyataan Mario Draghi, Presiden ECB, pekan lalu, tentang upaya menjaga euro, memancing simpati pasar. Namun, jika rapat ECB malam ini, tidak ada keputusan konkrit tentang stimulus, dampak negatif bisa muncul. "Jika tidak ada keputusan pasar akan kecewa berat. Dollar AS dan euro akan menguat, dan emas jatuh," kata Nizar.
Menunggu stimulus
Dalam kondisi yang tidak menentu seperti saat ini, Nizar memperkirakan emas akan bergerak fluktuatif cenderung tertekan. Apalagi, setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat diterbitkan pekan depan. "Data ketenagakerjaan diproyeksi akan positif. Ini akan memberatkan The Fed memberi stimulus," kata dia.
Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, menyebut US$ 1.606 per ons troi sebagai level psikologis harga emas. Jika tidak ada stimulus, harga emas bisa kembali menyusut.
Nizar menambahkan, analisis teknikal mengindikasikan emas berpotensi turun. Stochastic menunjukkan ancaman itu. Namun relative strength index cenderung flat. Bollinger band juga masih berada di tengah.
Nizar memproyeksikan, emas cenderung mendatar di kisaran US$ 1.578 - US$ 1.640 per ons troi dalam sepekan.
Prediksi Kiswoyo, hingga akhir pekan ini, emas bergerak di US$ 1.600-US$ 1.615 per ons troi. Sedang dalam satu bulan mendatang, emas bisa bergerak di area support US$ 1.550 sedang level resistance di US$ 1.650 per troi ons. Di bulan ini Kiswoyo yakin emas menuju US$ 1.700 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












