CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Akui kesulitan cash flow, divestasi jadi strategi Waskita Karya (WSKT)


Rabu, 11 Desember 2019 / 17:00 WIB
Akui kesulitan cash flow, divestasi jadi strategi Waskita Karya (WSKT)
ILUSTRASI. Alat berat di Proyek Jalan Tol Cinere - Serpong, Tangerang Selatan Tangsel, yang dibangun oleh PT Waskita Karya Tbk WSKT, Rabu (24/10). Direktur Utama WSKT I Gusti Ngurah Putra mengakui WSKT mengalami kesulitan cash flow lantaran nilai investasi yang besa

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi keuangan perusahaan konstruksi pelat merah kerap menjadi sorotan. Ini terkait erat dengan upaya perusahaan tetap bisa melakukan investasi dengan nilai jumbo. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) salah satunya.

Direktur Utama WSKT I Gusti Ngurah Putra mengakui WSKT tengah mengalami kesulitan arus kas (cash flow) lantaran nilai investasi yang besar. Salah satu strategi yang dijalankan WSKT untuk tetap menjaga struktur keuangan adalah dengan divestasi aset.

Baca Juga: Divestasi dua ruas tol , Waskita Karya Tbk (WSKT) bakal meraup Rp 2,41 triliun

"Kaitan dengan itu, strategi tidak mudah. Saat ini semua berita bilang menuju resesi sehingga menjual barang besar tidak mudah secara cash flow," jelas Putra saat acara sharing and lunch meeting bersama beberapa media di gedung Waskita Heritage, Rabu (11/12).

Beruntung dalam waktu dekat transaksi divestasi ruas tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono akan segera terealisasikan. Sehingga WSKT bisa meraup dana sekitar Rp 2,41 triliun.

Di sisi lain, WSKT masih memiliki piutang. Direktur Operasional 3 WSKT Gunadi Soekardjo mengatakan, WSKT akan menerima dana Rp 26 triliun dari proyek turnkey. Salah satunya dari proyek Tol Jakarta Cikampek Elevated II.

Baca Juga: Ada perombakan direksi BUMN, begini respons pasar

Selain itu, melansir laporan keuangan perusahaan, WSKT akan menerima uang masuk dari proyek pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)  Wadi di Sumedang Jawa Barat Rp 716,73 miliar dan proyek Apron Bandara Sultan Hasanuddin Rp 422 miliar.

Berdasarkan data terakhir, WSKT telah menerima dana masuk sebesar Rp 6 triliun. Pada bulan Desember 2019 ini diproyeksikan WSKT akan menerima sekitar Rp 20 triliun.

Sekitar 70% dari total penerimaan kas proyek turnkey akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Selain itu WSKT juga merencanakan menerima Rp 14 triliun dari pembayaran proyek dengan skema progres payment. Sehingga total kas yang masuk dari proyek konstruksi di tahun 2019 adalah Rp 40 triliun.

"Akan turun rasio utang, lalu divestasi tadi juga akan menurunkan rasio utang," ujar Gunadi kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Tol Japek II Elevated Waskita (WSKT) bakal munculkan sentra industri baru

Adapun gearing ratio WSKT saat ini di level 2,8 kali. WSKT menargetkan di sisa tahun ini gearing ratio bisa mencapai 2,3 kali - 2,5 kali. "Tapi mungkin 2,7 kali ya," ujar Gunadi.

 




TERBARU

Close [X]
×