| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Usia 40 tahun, kapitalisasi pasar modal melejit

Minggu, 13 Agustus 2017 / 16:05 WIB

Usia 40 tahun, kapitalisasi pasar modal melejit

KONTAN.CO.ID - Usia Bursa Efek Indonesia (BEI) kini telah menginjak 40 tahun. Meskipun sebelum itu, akar sejarah pasar modal Indonesia sudah ada sejak lama. Sejak jaman kolonial Belanda. Kemudian, pasar modal Indonesia mulai kembali digalakkan saat Orde Baru dengan adanya Keputusan Presiden No 52 tahun 1976.

Pada perayaan HUT BEI ke-40 itu, sekaligus ditandai dengan beberapa momentum penting. Diantaranya launching ikon pasar modal berupa Banteng Wulung. Yakni hewan ikonik yang menandakan tren bullish pasar modal Indonesia. Objek ini sekaligus menjadi destinasi pariwisata di Jakarta.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan pasar modal Indonesia saat ini sudah berkembang sangat pesat. Jika menoleh kebelakang 4 dasawarsa lalu, pada tahun 1977 IHSG baru berada di level 98,00. Sementara per 11 Agustus kemarin IHSG sudah berada di level 5.766,13, "Atau meningkat lebih dari 5.000%," ujar Wimboh dalam sambutannya, Minggu (13/8).

Sementara itu nilai kapitalisasi pasar pada tahun 1977 baru mencapai Rp 2,73 miliar. Sedangkan per 11 Agustus 2017, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sudah mencapai Rp 6.319,55 triliun, atau meningkat lebih dari 200.000%.

"Pada saat itu mungkin tidak terbayangkan oleh kita, bahwa pasar modal Indonesia akan berkembang sedemikian pesat dan bahkan saat ini mulai disejajarkan dengan beberapa negara maju baik di kawasan ASEAN maupun dunia," kata Wimboh.

Pasar modal Indonesia saat ini juga sudah menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi para investor baik dalam maupun luar negeri. Pasar modal Indonesia juga sudah berkembang menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang (source of longterm financing) yang penting bagi dunia usaha dan juga bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan nasional.

"Khususnya pembangunan infrastruktur, ditengah mulai terbatasnya pembiayaan dari sektor perbankan yang cenderung berjangka pendek," lanjutnya.
 


Reporter: Dede Suprayitno
Editor: Dessy Rosalina

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0745 || diagnostic_web = 0.2592

Close [X]
×