: WIB    —   
indikator  I  

Unggul Indah bidik pendapatan US$ 350 juta

Unggul Indah bidik pendapatan US$ 350 juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menargetkan pendapatan sampai akhir tahun ini berkisar US$ 300 juta sampai US$ 350 juta. Sedangkan dari sisi bottom line, UNIC membidik laba bersih sebesar US$ 12 juta-US$ 13 juta.

Direktur Utama UNIC Yani Alifen menyatakan, target itu akan dicapai dengan adanya peningkatan harga minyak mentah alias crude oila pada tahun ini, terutama pada semester kedua. Alhasil, berdampak pada meningkatnya harga bahan baku dan harga jual produk perusahaan. Pada akhirnya mendorong meningkatnya nilai penjualan konsolidasi.

Hal itu nampak dari reasliasi penjuala periode kuartal III-2017 sebesar US$ 234,76 juta. Pencapaian itu naik 17,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 200,45 juta.

"Disamping juga terjadi peningkatan volume penjualan," kata Yani pada public expose di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12).

Namun, sampai kuartal III-2017, laba bersih UNIC menurun tajam 54,24% yoy menjadi US$ 9,49 juta dari sebelumnya sebesar US$ 20,75 juta. Laba bersih yang tertekan ini, lantaran UNIC mencatatkan beban pajak penghasilan sebesar US$ 3,56 juta.

Pada akhir 2017, UNIC juga telah menyelesaikan proyek pembangunan jetty baru dengan kapasitas 50.000 DWT. Lokasinya berada di pabrik UNIC yang berlokasi di Merak, Banten. Dengan adanya Jetty baru ini dapat meningkatkan efisiensi biaya transport baik untuk produk barang jadi maupun untuk bahan baku Perseroan.

"Untuk 2018, kami harapkan terjadi peningkatan volume produksi sebesar 3%-5%. Produk kami bergantung pada harga crude oil. Kalau naik, maka pendapatan kami akan naik lagi," lanjutnya.

Sebagai catatan, UNIC merupakan produsen tunggal alkybenzene (AB) di Indonesia. Zat kimia ini merupakan bahan baku pembuatan deterjen. Selain bergerak pada bidang usaha penjualan bahan kimia, UNIC juga memiliki usaha di bidang properti dan bisnis perkantoran.

Pada kuartal III-2017, pendapatan UNIC dikontribusi dari penjualan bahan kimia sebesar US$ 234,02 juta dan pendapatan real estate senilai US$ 740.787.


Reporter Dede Suprayitno
Editor Dupla Kartini

KINERJA EMITEN

Feedback   ↑ x