INVESTASI
Berita
Terbitkan MTN, saham PTPP bergerak di dua zona

SAHAM PTPP

Terbitkan MTN, saham PTPP bergerak di dua zona


Telah dibaca sebanyak 780 kali
Terbitkan MTN, saham PTPP bergerak di dua zona

JAKARTA. Pergerakan saham PT PP Tbk (PTPP) bergerak fluktuatif pada transaksi pagi ini (10/8). Per pukul 10.00, saham PT PP mencatatkan kenaikan 1,4% menjadi Rp 680. Kendati begitu, pada transaksi sebelumnya, saham PTPP juga sempat turun ke posisi Rp 660.

Pergerakan saham PTPP kali ini dipengaruhi oleh aksi korporasi perusahaan. PTPP menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium-Term Notes/MTN) XVII senilai Rp 180 miliar. Dalam keterbukaan informasi BEI, di Jakarta, Kamis (9/8), Direktur
Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan MTN XVII ini memiliki tenor 24 bulan dengan periode jatuh tempo pada 7 Agustus 2014.

"Menurut kami, penerbitan MTN ini merupakan hal yang positif. Meskipun dengan nominal yang relatif kecil, penerbitan MTN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan PTPP ke depannya," jelas Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities.

Dia menambahkan, di tengah stabilnya tingkat suku bunga acuan (BI rate) pada level yang rendah, penerbitan surat utang jangka panjang berbunga tetap merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan.

Telah dibaca sebanyak 780 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..