INVESTASI
Berita
Tahun depan, Eterindo bisa bagi dividen

KUASI REORGANISASI

Tahun depan, Eterindo bisa bagi dividen


Telah dibaca sebanyak 908 kali

JAKARTA. Keinginan PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) memiliki laporan keuangan yang bersih dari beban masa lalu segera terwujud. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sudah menyetujui rencana Eterindo melakukan kuasi reorganisasi. Usai penghapusan saldo defisit, ETWA berharap bisa membagi dividen kepada pemegang saham.

Direktur Utama ETWA Immanuel Sutarto bilang, akibat beban saldo defisit itu, selama ini ETWA belum bisa membagi dividen. "Mudah-mudahan tahun depan bisa bagi dividen," ujarnya, kemarin. Kuasi organisasi ini juga bertujuan agar minat investor pada saham ETWA makin tinggi.

Asal tahu saja, dari laporan keuangan semester satu 2012 ETWA, masih ada saldo defisit sebesar Rp 308,7 miliar. Saldo defisit itu berasal dari kerugian selisih kurs. Itu terjadi karena ETWA banyak menarik pinjaman dari bank asing.

Kuasi reorganisasi dilakukan Eterindo dan entitas anak PT AnugrahInti Gemanusa (AG) yang bergerak di bidang biodisel. Sementara, dua anak usaha lain, PT Maiska Bhumi Semesta (MBS) dan PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK) tidak melakukan, meski ada saldo negatif karena belum beroperasi komersial.

Nah, efek kuasi reorganisasi akan terlihat dari perubahan laporan keuangan ETWA semester I 2012. Aset ETWA akan naik menjadi Rp 806,1 miliar dari Rp 782,9 miliar. Ekuitas naik jadi Rp 406,815 miliar dari Rp 383,71 miliar. Nilai nominal per lembar saham menurun menjadi Rp 400 dari Rp 500 per saham.

Selain kuasi organisasi, ETWA juga melanjutkan ekspansi di bisnis biodiesel. Immanuel menyatakan perusahaannya akan membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang dimulai awal semester II tahun depan. Kapasitas produksi pabrik ini 45 ton per jam dengan investasi Rp 123 miliar. Dananya dari pinjaman BRI.

Immanuel pun yakin, tahun ini pendapatannya bisa Rp 1 triliun. Hingga kuartal III 2012 penjualan ETWA Rp 678,31 miliar, naik 1% year-on-year. Namun, laba bersih turun 6% yoy menjadi Rp 20,48 miliar.

Di perdagangan saham kemarin, saham ETWA melejit 13,33% ke Rp 340 per saham.

Editor: Avanty Nurdiana
Telah dibaca sebanyak 908 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..