: WIB    --   
indikator  I  

SPAR beri efek psikologis & efisiensi bagi RALS

SPAR beri efek psikologis & efisiensi bagi RALS

JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mulai mengonversi sejumlah gerainya menggunakan konsep SPAR. Hasilnya pun mulai terasa. Hasil penjualan RALS jelang akhir tahun lalu sedikit banyak dipengaruhi oleh jaringan retailer asal Belanda tersebut.

Ini tentunya merupakan sinyal positif untuk ke depannya. apalagi, RALS berencana membuka 25 gerai SPAR lagi sepanjang tahun ini.

Rinciannya, 23 gerai merupakan gerai lama yang dikonversi menggunakan konsep SPAR, sementara dua gerai lagi merupakan gerai SPAR baru. Agenda yang sama bakal dilakukan untuk periode 2017. Sehingga, jika tidak ada aral melintang, RALS bakal memiliki 66 gerai SPAR hingga akhir 2017.

Konversi ini sebenarnya semacam missing link bagi RALS. Selama ini, RALS telah memiliki basis konsumennya sendiri, segmen menengah ke bawah. Meski segmen tersebut sensitif terhadap perubahan harga, tapi nyatanya segmen tersebut cukup memberikan cuan yang lumayan bagi RALS. Apalagi saat momen seperti Lebaran, plus promosi gencar yang dilakukan RALS.

Sayangnya, potensi yang selama ini sudah terbentuk itu di-handle oleh manajemen, dalam hal ini Robinson, yang kurang memiliki pengalaman jika dibanding SPAR.

Sementara, SPAR merupakan pemain lama, apalagi di negeri asalnya. Mereka telah memiliki pengalaman dan jaringan distribusi yang kuat.

"Jadi, konversi (perubahan konsep gerai) itu enggak cuma mempengaruhi psikologis konsumen, tapi juga knowledge bagi RALS yang berujung pada efisiensi," tutur Andre Suntono, analis Buana Capital kepada KONTAN, (14/1).

Tahun ini, efek SPAR bisa lebih terlihat lagi. Ditambah dengan perbaikan kondisi makro, daya beli masyarakat pun lebih merata, tidak terfokus pada kota tier pertama seperti Jakarta. Dengan adanya sentimen tersebut, Andre yakin pendapatan dan laba bersih RALS naik masing-masing 7% dan 6% dibanding estimasi tahun lalu.

Catatan saja, Andre memprediksi tahun lalu RALS akan mencatat pendapatan Rp 7,86 triliun. Sementara aba bersihnya diprediksi 341 miliar.

Fundamental RALS sebenarnya menarik. Selain telah memiliki basis konsumen, RALS juga emiten dengan tingkat utang bank yang rendah. RALS juga justru diuntungkan dengan pelemahan rupiah karena ada sejumlah deposito dalam dollar.

Bahkan, hingga September tahun lalu perseroan mampu mencatat forex gain Rp 86 miliar. Catatan saja, sebelumnya Andre merekomendasikan buy RALS dengan target harga Rp 750 per saham.


Reporter Dityasa H Forddanta
Editor Yudho Winarto

EMITEN RALS

Feedback   ↑ x
Close [X]