kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Si hijau masih terkulai


Selasa, 19 November 2013 / 08:07 WIB
ILUSTRASI. Dapatkan cashback hingga Rp200.000 saat membayar berbagai tagihan dengan OVO.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Pergerakan dollar AS pagi ini (19/11) tampak mencatatkan pelemahan versus euro. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 08.58 waktu Tokyo, posisi dollar tak banyak berubah posisi di level US$ 1.3503 per euro dari posisi US$ 1,3506 kemarin.

Si hijau juga melemah 0,1% menjadi 99,90 yen. Sementara, mata uang Jepang menguat 0,1% menjadi 134,86 per euro.

Pelemahan dollar AS juga tampak dari Bloomberg's US Dollar Index yang tak banyak berubah posisi di level 1.015,41 dari posisi kemarin setelah sebelumnya bertengger di level 1.013,49, yang merupakan level terendah sejak 7 November lalu.

Pelemahan dollar dipicu oleh pernyataan dari sejumlah petinggi the Federal Reserve, termasuk Pimpinan Fed Ben S Bernanke, yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS saat ini belum dirasa cukup bagi bank sentral untuk mengurangi nilai stimulus.

"Dollar AS tertekan saat ini. Mayoritas investor sudah tidak mencemaskan lagi rencana pemangkasan stimulus the Fed pada Desember mendatang," jelas Emma Lawson, senior currency strategist National Australia Bank Ltd. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×