: WIB    —   
indikator  I  

Reksadana baru di pengujung tahun

Reksadana baru di pengujung tahun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Menjelang akhir 2017, sejumlah manajer investasi kembali menawarkan reksadana baru bagi investor. Tawaran di antaranya datang dari Samuel Aset Manajemen (SAM) dan RHB Asset Management Indonesia.

SAM berniat menerbitkan reksadana terproteksi. Sedangkan RHB menawarkan produk reksadana indeks.

Bagaimana prospek kedua reksadana anyar ini? Silakan simak profilnya berikut ini.

- SAM Sejahtera Terproteksi II

Samuel Aset Manajemen sedang dalam tahap bookbuilding produk reksadana terbaru bernama SAM Sejahtera Terproteksi II. Aset dasar yang digunakan reksadana terproteksi ini adalah surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, yakni MTN III Sunprima Nusantara Pembiayaan Tahun 2017 Seri A.

Berdasarkan informasi yang diterima KONTAN, minimal pembelian untuk reksadana ini bakal dipatok Rp 10 juta dengan masa locked up hingga jatuh tempo yakni satu tahun. Pembagian investasi akan diberikan setiap triwulan. Reksadana ini memberikan indikasi imbal hasil 10% setahun.

Proses bookbuilding diperkirakan rampung di minggu ketiga November, sedangkan penerbitan emisi diharapkan bisa dilakukan pada minggu ketiga Desember. "Kami akan pasarkan untuk ritel," kata Herbie Mohede, Senior Fixed Income Portfolio Manager Samuel Aset Manajemen, Rabu (8/11).

Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), MTN Sunprima Nusantara memberikan bunga 12,5%. Pembayarannya akan dibagikan setiap triwulan, dengan tenor sepanjang 370 hari kalender atau satu tahun.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, imbal hasil yang ditawarkan SAM Sejahtera Terproteksi II sebesar 10% sangat menarik. Namun mengingat sifat MTN yang tidak terdaftar di bursa, investor perlu mengenali risikonya. "Jadi investor akan sulit melihat laporan keuangan perusahaannya, maka mereka harus mempercayai manajer investasi," ujar Wawan.

Minimal pembelian reksadana Rp 10 juta relatif kecil. Apalagi dengan tenor yang cuma satu tahun, menandakan perusahaan sedang membutuhkan dana cepat.

- RHB SRI-Kehati Index Fund

RHB Asset Management Indonesia meluncurkan reksadana berbasis indeks SRI-Kehati bertajuk RHB SRI-Kehati Index Fund pada Rabu (8/11). Minimum investasi awal reksadana ini Rp 100.000.

Direktur Utama RHB Asset Management Indonesia Rima Suhaimi mengatakan, RHB SRI-Kehati Index Fund akan melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari total nilai aktiva bersih (NAB) pada saham-saham yang terdaftar dalam indeks SRI-Kehati. "Porsi tiap saham akan ditentukan secara prorata mengikuti bobot masing-masing saham terhadap indeks SRI-Kehati," kata Rima.

Pergerakan indeks SRI-Kehati dinilai sangat baik karena bisa mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hingga akhir Oktober 2017, indeks SRI-Kehati tumbuh 17,19% secara year to date, mengungguli IHSG yang tumbuh 13,39%. Sedangkan, lima tahun terahir indeks tersebut tumbuh 52,27%.

Wawan menilai, secara umum kinerja indeks SRI-Kehati relatif baik. "Jika reksadana indeks mengacu ke SRI-Kehati , harusnya berdasarkan historikal bisa lebih baik dari IHSG," kata Wawan.

Namun tidak ada jaminan bahwa tahun depan indeks SRI-Kehati bisa lebih baik dari IHSG. Tetapi saham-saham yang masuk indeks tersebut cukup disukai investor. Indeks SRI-Kehati mampu berkinerja lebih baik dari IHSG karena terdiri dari saham blue chips dan saham penggerak bursa dengan kapitalisasi sebesar 70%.

Wawan memprediksi IHSG di 2018 bisa mencetak kenaikan 10%, dengan asumsi pada penutupan tahun ini menyentuh level Rp 6.000–Rp 6.100. Sedangkan indeks SRI-Kehati diperkirakan bisa tumbuh sekitar 12%.


Reporter Danielisa Putriadita, Tane Hadiyantono
Editor Wahyu Rahmawati

INVESTASI REKSADANA

Feedback   ↑ x
Close [X]