: WIB    —   
indikator  I  

PWON pesimistis 2016 lebih oke

PWON pesimistis 2016 lebih oke

JAKARTA. Tahun ini, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tampaknya melihat tantangan industri properti masih cukup berat.

Terlihat dari rencana perseroan yang menargetkan pra penjualan atau marketing sales tahun ini stagnan.

Minarto Basuki, Direktur Keuangan PWON mengatakan, target pra penjualan tahun ini masih sama dengan realisasi tahun lalu.

"Kita targetkan sebesar Rp 3,1 triliun," katanya pada KONTAN, Jumat (15/1).

Sepanjang tahun 2015, PWON juga mencatat marketing sales sebesar Rp 3,1 triliun.

Sebagian besar didapat dari proyek landed house (Rumah tapak) yakni 52% atau senilai Rp 1,6 triliun.

Sementara proyek kondominium menyumbang porsi 48%.

Adapun proyek landed yang menyumbang para penjualan PWON tahun 2015 adalah Pakuwon City dan Grand Pakuwon.

Kedua proyek ini terletak di Surabaya.

Sementara proyek kondominum yang menyumbang pra penjualan ada di Kota Casablanca Jakarta dan Tunjungan Plaza di Surabaya.

Sebelumnya, Minator juga mengatakan sebagian besar target marketing sales tahun ini masih akan dibidik dari proyek landed house.

Di Grand Pakuwon, perseroan berencana meluncurkan satu atau dua kluster baru yang akan mendukung target pra penjualan tahun ini.

Minarto bilang, saat ini Grand Pakuwon memiliki luas lahan 160 hektare (ha).

Sekitar 30 ha diantaranya baru diakuisisi tahun ini.

Sementara di kawasan tersebut perseroan telah meluncurkan tiga kluster perumahan yang menyasar kelas menengah ke atas.

Satu kluster memiliki luas sekitar 15 ha.

Sementara belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini akan dianggarkan lebih tinggi dari anggaran capex yang ditetapkan tahun lalu yakni Rp 2,1 triliun.

Capex tersebut akan digunakan untuk menggarap proyek-proyek eksisting dan akuisisi lahan.

Belanja modal tersebut akan dianggarkan dari kas internal dan pinjaman bank.

Minarto bilang, saat ini PWON masih memiliki sisa dari pinjaman sindikasi Rp 1,2 triliun yang telah diperoleh perseroan tahun lalu dari Mandiri dan BCA.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Adi Wikanto

RENCANA BISNIS PERUSAHAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]