INVESTASI
Berita
PTPP rekor, rekomendasi analis: Sell on strength

SAHAM PTPP

PTPP rekor, rekomendasi analis: Sell on strength


Telah dibaca sebanyak 1619 kali
PTPP rekor, rekomendasi analis: Sell on strength

JAKARTA. Setelah ditutup di level rekor kemarin (26/3), saham PT PP Persero Tbk (PTPP) masih melanjutkan reli pada transaksi hari ini. Pada pukul 10.15, saham PTPP tercatat naik 0,88% menjadi Rp 1.150. Bahkan, pada transaksi sebelumnya, saham PTPP sempat bertengger di posisi Rp 1.160, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Tiga sekuritas yang paling banyak memborong saham ini di antaranya: Danareksa Sekuritas senilai Rp 1,765 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 1,203, dan Kapitalindo Utama senilai Rp 395,600 juta.

Menurut Muhammad Wafi, Research Analyst PT Indo Premier Securities, secara teknikal, saham PTPP masih memiliki strong uptrend setelah mencetak rekor tertinggi. "Hal ini  ditandai dengan posisi saham PTPP yang bertahan di atas MA dan MACD positif namun stochastic overbought," jelas Wafi.

Dia menambahkan, posisi saham PTPP yang berada di atas upper band membuat saham ini rawan profit taking. Itu sebabnya dia merekomendasikan sell on strength untuk saham ini. Selain itu, Wafi mematok target harga saham ini di posisi Rp 1.170, kemudian Rp 1.200.

Telah dibaca sebanyak 1619 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..