kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Prediksi IMF menyebabkan bursa AS tak bertenaga


Selasa, 17 Juli 2012 / 05:54 WIB
ILUSTRASI. Jadwal Euro 2020 Kroasia vs Skotlandia: Duel Vatreni dan Tartan Army raih poin penuh


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS ditutup di zona merah. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,2% menjadi 1.353,64. Pada transaksi sebelumnya, indeks acuan di bursa AS ini sempat melorot 0,6%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan sebesar 0,4% menjadi 12.727,21.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi pergerakan bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: JPMorgan Chase & Co yang turun 2,7%, Home Depot inc turun 1%, dan Caterpillar Inc turun 1%. Sedangkan Visa Inc dan Mastercard Inc mencatatkan kenaikan 1,7%.

Penurunan yang terjadi pada bursa AS ini merupakan yang ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir. Aksi jual investor tersebut terjadi setelah Badan Moneter Internasional (IMF) memangkas prediksi pertumbuhan perekonomian global menjadi 3,9% tahun depan, lebih kecil dari estimasi bulan April sebesar 4,1%. IMF memangkas pertumbuhan ekonomi 2013 setelah krisis utang Eropa turut menyeret ekonomi Spanyol ke jurang resesi dan memperlambat pertumbuhan emerging market.

Selain itu, secara tidak terduga, penjualan ritel AS mencatatkan penurunan. Sekadar informasi, data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, penjualan ritel AS turun 0,5% pada Juni lalu, mengikuti penurunan yang terjadi pada Mei sebesar 0,2%.

"Penjualan ritel AS memberikan Anda indikator lain bahwa ada ketidakpastian yang muncul dari segi konsumen," jelas James Dunigan, chief investment officer PNC Wealth Management.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×