Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  

Persediaan dollar tipis, rupiah terus tertekan

Persediaan dollar tipis, rupiah terus tertekan

JAKARTA. Pergerakan rupiah dalam sepekan ini, cenderung tertekan. Di pasar spot, pasangan USD/IDR, kemarin (21/12), menguat 0,35% menjadi 9.728 dibanding harga sehari sebelumnya. Ini merupakan level tertinggi sejak September 2009.

Dalam sepekan, kurs rupiah melorot 0,35%.  Sementara dollar AS di kurs tengah Bank Indonesia (BI), kemarin, menguat 0,27% menjadi 9.687 dibanding sehari sebelumnya.

Dealer Forex Bank Rakyat Indonesia (BRI), Taufan Tito, mengatakan, pelemahan rupiah masih akibat permintaan dollar AS di pasar domestik yang besar. Sedangkan, pasokannya terus menipis akibat investor lebih tertarik menjual dollar AS mereka di luar negeri.

Salah satu penyebab tipisnya pasokan dollar AS di Tanah Air adalah kebijakan Bank Indonesia (BI). Maklum, BI  menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di kisaran yang sempit. Padahal, harga di pasar sebenarnya sudah jauh dari kisaran yang ditetapkan BI.

Masalah dari global seperti jurang fiskal (fiscal cliff) dan krisis Eropa, menurut Taufan, tidak berpengaruh besar terhadap pergerakan rupiah pada pekan depan. Permintaan dollar AS yang tinggi masih mendominasi pelemahan rupiah.

Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan, pergerakan rupiah pada pekan depan masih akan terkena dampak dari pergerakan pekan ini. Menjelang tutup tahun, tidak banyak yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah selain perkembangan fiscal cliff.

Proyeksi Ariston, pairing USD/IDR, pekan depan, akan tetap cenderung sideways di kisaran harga 9.740 – 9.840. Sedang, proyeksi Taufan, pekan ini rupiah akan bergerak di kisaran 9.650 hingga 9.750.


Reporter Noor Muhammad Falih
Editor Rizki Caturini

REVIEW RUPIAH

Feedback   ↑ x